Tautan-tautan Akses

Pengadilan Yunani Tolak Ekstradisi 2 Tentara Turki


Tentara Turki yang minta suaka politik di Yunani, tiba di Athena (foto: dok).

Tentara Turki yang minta suaka politik di Yunani, tiba di Athena (foto: dok).

Sebuah pengadilan Yunani hari Kamis (8/12) menolak permintaan dari Turki untuk mengekstradisi dua tentara Turki yang dituduh Ankara terlibat dalam kudeta yang gagal Juli lalu.

Kedua orang itu adalah kelompok tentara terakhir yang menerima putusan dalam kasus ekstradisi mereka. Mereka termasuk di antara delapan awak helikopter yang melarikan diri ke Yunani sehari setelah upaya kudeta, karena mereka menyatakan tidak akan disidangkan secara adil di Turki.

Putusan itu diumumkan hanya dua hari setelah hakim-hakim lain di pengadilan yang sama menyetujui pengekstradisian tiga tentara Turki.

Permintaan ekstradisi untuk tiga tentara pertama juga ditolak. Seluruh tentara itu mengaku tidak bersalah.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menindak keras wartawan, akademisi, militer dan pegawai sipil pemerintah, setelah kudeta yang gagal Juli lalu.

Lebih dari 100 ribu orang telah disingkirkan dari jabatan mereka sejak pasukan pemerintah menggagalkan upaya kudeta. Lebih dari 35 ribu lainnya, termasuk perwira militer dan politisi oposisi, telah ditangkap karena dicurigai bersekongkol dengan perencana kudeta.

Erdogan telah menuduh ulama Muslim yang berbasis di Amerika, Fethullah Gulen, merencanakan kudeta itu dan bertekad akan menyeret Gulen ke muka hukum.

Gulen, seorang mantan sekutu Erdogan yang mengasingkan diri di negara bagian Pennsylvania, Amerika, sejak 1999, telah membantah terlibat dalam upaya kudeta itu. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG