Tautan-tautan Akses

Uni Eropa: Tidak Ada Pemulangan Otomatis Migran ke Turki


Pengungsi dan migran antri untuk mendapatkan pakaian di tempat penampungan pengungsi di desa Idomeni, perbatasan Yunani-Makedonia (6/4).

Pengungsi dan migran antri untuk mendapatkan pakaian di tempat penampungan pengungsi di desa Idomeni, perbatasan Yunani-Makedonia (6/4).

Pertukaran sekitar 200 migran lainnya dijadwalkan berlangsung Jumat, namun kini pihak berwenang mengatakan setiap migran diberi waktu selama lima hari untuk mengajukan permohonan suaka sebelum dideportasi.

Uni Eropa membuat pengumuman mengejutkan yang menyatakan bahwa tidak akan ada pemulangan otomatis para migran dari kepulauan Yunani ke Turki, sebuah langkah yang mendukung seruan para aktivis HAM.

Jean-Pierre Schembri, juru bicara badan suaka Uni Eropa, mengatakan kepada VOA, Rabu, Uni Eropa memutuskan untuk memberi setiap migran hak mengajukan suaka sebelum dikirim Turki sesuai dengan kebijakan yang diberlakukan sebelumnya hari Senin.

Lebih dari 200 migran yang tiba secara ilegal di pulau Lesbos, Yunani. dikirim ke Turki, untuk dipertukarkan dengan warga Suriah yang mengungsi di kamp-kamp di Turki. Pertukaran sekitar 200 migran lainnya dijadwalkan berlangsung Jumat, namun kini pihak berwenang mengatakan setiap migran diberi waktu selama lima hari untuk mengajukan permohonan suaka sebelum dideportasi.

Proses baru ini akan semakin memperlambat usaha penanganan migran. Sekitar 70 staf Badan Urusan Pengungsi PBB (UNHCR) tiba di Lesbos, Rabu, untuk memulai pemrosesan aplikasi-palikasi baru dengan laju sekitar 50 aplikasi per hari. Sejauh ini sudah 1000 aplikasi diajukan dan lebih banyak migran berdatangan setiap harinya. [ab/as]

XS
SM
MD
LG