Tautan-tautan Akses

Uni Eropa Kritik Turki karena Gagal Tegakkan HAM dan Hukum


Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (Foto: dok. AP Photo/Jean-Francois Badias)

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (Foto: dok. AP Photo/Jean-Francois Badias)

Uni Eropa mengritik Turki dalam sebuah laporan hari Selasa (10/11), dengan mengatakan negara itu memiliki kekurangan dalam standar-standar demokrasinya dan mengalami kemunduran dalam kebebasan menyatakan pendapat dan berkumpul.

Laporan mengenai kemungkinan keanggotaan Turki di Uni Eropa itu ditangguhkan hingga selesai pemilu awal bulan ini, di mana partai Presiden Reccep Tayyip Erdogan kembali meraih mayoritas di parlemen.

Uni Eropa menyatakan Turki masih terus berminat bergabung dalam blok tersebut, tetapi menyatakan bahwa hal itu tidak diimbangi oleh sejumlah legislasi penting. Menurutnya legislasi tersebut justru bertentangan dengan standar-standar Eropa.

Uni Eropa juga menyebut tentang terongrongnya kebebasan dalam sistem peradilan negara itu, serta tekanan dan intimidasi terhadap jurnalis.

Uni Eropa juga menyatakan berharap kekerasan yang meningkat di Turki akan berakhir.

Pasukan Turki dalam beberapa bulan belakangan meningkatkan operasi mereka memburu militan Kurdi di bagian tenggara negara itu. Erdogan pekan lalu bertekad akan melanjutkan perjuangan hingga seluruh militan ditumpas, dan Partai Pekerja Kurdi yang terlarang mengumumkan berakhirnya gencatan senjata yang berlaku sebentar. [uh]

XS
SM
MD
LG