Tautan-tautan Akses

UNHCR Khawatir Arus Balik Pengungsi ke Suriah


Para pengungsi Suriah mendaftarkan nama mereka setibanya di kemah penampungan pengungsi Al Zaatri di kota Mafraq, dekat perbatasan Suriah (Foto: dok).

Para pengungsi Suriah mendaftarkan nama mereka setibanya di kemah penampungan pengungsi Al Zaatri di kota Mafraq, dekat perbatasan Suriah (Foto: dok).

Badan Urusan Pengungsi PBB (UNHCR) menyatakan kekhawatiran mereka terkait bertambahnya jumlah pengungsi Suriah yang kembali dari Yordania.

Dalam 10 hari ini, UNHCR melaporkan sekitar 3.000 pengungsi kembali ke berbagai daerah di kawasan Daraa, yang oleh UNHCR dianggap masih belum aman.

Menurut UNHCR, selama krisis, hanya sedikit pengungsi Suriah yang kembali dari tempat pengungsian di negara-negara tetangga mereka. PBB mengkhawatirkan keadaan mereka jika para pengungsi tersebut kembali terjebak di zona perang.

Juru bicara UNHCR Melissa Fleming mengatakan rata-rata 300 orang dalam sehari kembali ke desa-desa mereka di dekat perbatasan, wilayah Daraa, Suriah. Menurut Fleming, para pengungsi tersebut merasa yakin bahwa desa-desa mereka telah bebas saat ini dan situasi sudah aman untuk mereka kembali ke desa mereka.

Tetapi Fleming mengatakan arus pengungsi baru ke Yordania terus melampaui jumlah yang pulang ke Suriah. Yordania bergelut mengatasi arus pengungsi yang sangat besar, rata-rata sekitar 2.000 orang masuk ke Yordania setiap hari.

Mereka yang memilih pulang dari Yordania, bergabung dengan ratusan ribu orang di Suriah bagian selatan yang kekurangan bahan pokok, seperti roti, tidak ada perawatan kesehatan yang memadai, dan tidak ada akses memperoleh pendidikan.

Menurut Fleming, lebih dari 97.000 warga Suriah kembali dari Turki sejak bulan Maret 2011.
XS
SM
MD
LG