Tautan-tautan Akses

76 Korban Belum Ditemukan di Lokasi Tanah Longsor Banjarnegara

  • Nurhadi Sucahyo

Presiden Jokowi meninjau lokasi longsor di Banjarnegara (Foto: Arwana Satria, relawan Muhammadiyah)

Presiden Jokowi meninjau lokasi longsor di Banjarnegara (Foto: Arwana Satria, relawan Muhammadiyah)

Hari Minggu (14/12), korban tanah longsor di Banjarnegara yang sudah ditemukan dan diidentifikasi, mulai dimakamkan oleh keluarga masing-masing. Namun, ratusan korban lain masih menunggu kejelasan anggota keluarga mereka yang belum ditemukan.

Ibu Supiyati salah satu korban longsor, tidak kuasa lagi menahan tangis. Ditemani saudara dan para tetangga, dia menceritakan bagaimana bencana tanah longsor yang menerjang desanya, telah membawa pergi suami dan anak-anak tercinta. Hingga kini, suami dan anaknya belum ditemukan.

Ibu Supiyati tidak sendiri, ada pula Sulasto yang kehilangan kedua orang tua dan adiknya. Ketika bencana ini terjadi, Sulasto sedang berada di Palembang, sebab dia kuliah di kota tersebut. Begitu mendengar bencana tanah longsor memporak-porandakan desa tercintanya, dia segera pulang. Hingga Minggu sore, dia masih berharap jenazah kedua orang tua dan adiknya ditemukan.

“Yang jelas saya belum tahu mau bagaimana, soalnya saya juga belum lihat kondisi rumah seperti apa. Harapan saya sekarang, anggota keluarga bisa ketemu semua. Sampai sekarang, orang tua saya dan adik saya satu, belum ketemu,” ujar Sulasto.

Keluarga Ibu Supiyati dan Sulasto adalah sebagian dari 76 korban yang belum ditemukan sampai saat ini. Hingga pukul 16.00 WIB, tim gabungan yang melakukan pencarian telah menemukan 32 jenazah, di mana 7 di antaranya belum dapat diidentifikasi. Personel pencarian korban terus ditambah, hingga mencapai sekitar 2.000 orang, yang merupakan gabungan dari berbagai unsur baik sipil maupun militer. Yos Setiawan, petugas pelaksana koordinasi lapangan tanggap darurat bencana di Puskesmas Karangkobar kepada VOA mengatakan, korban yang telah diidentifikasi oleh tim dari Polri, langsung dibawa oleh kaluarganya untuk dimakamkan.

“Dari pemulasaran di tempat pemulasaran di Basarnas di bawah, lalu dibawa kesini, diidentifikasi, keluarganya dipanggil kemudian boleh dibawa pulang. Sebagian ada yang dimakamkan secara masal, ada yang tidak. Kalau yang terkena bencana langsung, biasanya langsung dimakamkan massal. Hari ini sudah mulai ada pemakaman,” kata Yos.

Hari Minggu siang, Presiden Joko Widodo beserta istri melakukan peninjauan ke lokasi tanah longsor. Presiden melihat langsung kawasan bencana dan menemui para pengungsi. Melalui Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, pemerintah berkomitmen memberikan santunan bagi keluarga korban meninggal maupun luka-luka. Pemerintah juga akan menyediakan hunian sementara, sambil menyiapkan solusi jangka panjang. Dimungkinkan lokasi tanah longsor tidak akan kembali menjadi area pemukiman, karena memiliki resiko tinggi terulangnya bencana serupa di masa depan.

XS
SM
MD
LG