Tautan-tautan Akses

Trump, Tanpa Bukti, Tuduh Ada Kecurangan dalam Pilpres


Presiden AS terpilih Donald Trump menaiki pesawatnya di Bandar Udara Internasional Palm Beach, Florida, dalam perjalanan ke New York (27/11). (AP/Carolyn Kaster)

Presiden AS terpilih Donald Trump menaiki pesawatnya di Bandar Udara Internasional Palm Beach, Florida, dalam perjalanan ke New York (27/11). (AP/Carolyn Kaster)

Sering mengeluarkan pernyataan ini dalam kampanye, klaim terbaru Trump adalah bahwa ia seharusnya memenangkan 'popular vote' kalau bukan karena pemilih ilegal.

Presiden AS terpilih Donald Trump hari Minggu (27/11) memperbarui tuduhan yang belum terbukti kebenarannya bahwa ada kecurangan dalam pemilihan presiden yang ia menangkan awal bulan ini.

Ia menulis di Twitter bahwa ia seharusnya mengalahkan kandidat Partai Demokrat Hillary Clinton dalam suara populer nasional "jika Anda mengurangi jutaan orang yang memberikan suara secara ilegal." Empat jam kemudian, ia mempertanyakan hasil-hasil di tiga negara bagian di mana ia kalah dari Clinton pada 8 November.

"Kecurangan pemilih serius di Virginia, New Hampshire dan California -- mengapa media tidak melaporkan hal ini? Bias serius -- masalah besar!"

Trump akan menjabat bulan Januari karena ia meraih suara mayoritas berdasarkan sistem Electoral College yang digunakan untuk memilih presiden di Amerika Serikat, meskipun ia kalah sekitar dua juta suara dalam jumlah suara total. Sebelum hari pemilihan, ia secara rutin menyatakan ada kecurangan dalam proses pemilihan, namun tidak pernah memberikan bukti untuk mendukung klaim-klaim tersebut.

Bulan Oktober, ia mengatakan pemilihan dicurangi bukan hanya oleh media "tapi juga di banyak tempat-tempat pemungutan suara" yang menguntungkan Clinton. Ia juga mengecam partainya karena tidak mendukung klaim-klaim tersebut.

Menteri Luar Negeri California Alex Padilla menyebut pernyataan-pernyataan Trump hari Minggu "tidak berdasar dan kontraproduktif," dan bahwa Trump bertindak gegabah.

"Sepertinya Tuan Trump terganggu dengan fakta bahwa mayoritas warga Amerika tidak memberikan suara untuknya," ujar Padilla. "Tuduhan tidak berdasar mengenai kecurangan pemilih di California dan tempat lainnya itu absurd. Cuitan-cuitannya yang ceroboh tidak pantas dan keterlaluan dari seorang presiden terpilih." [hd]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG