Tautan-tautan Akses

AS

Tim Juri Akan Putuskan Hukuman Untuk Terpidana Pembom Marathon Boston


Gambar sketsa ruang sidang ini menampilkan Dzhokhar Tsarnaev (tengah) diapit pengacaranya Miriam Conrad, (kiri) dan Judy Clarke (kanan) di Boston, 5 Maret 2015 (Foto: dok).

Gambar sketsa ruang sidang ini menampilkan Dzhokhar Tsarnaev (tengah) diapit pengacaranya Miriam Conrad, (kiri) dan Judy Clarke (kanan) di Boston, 5 Maret 2015 (Foto: dok).

Tim jaksa akan mengusahakan hukuman mati bagi imigran Chechnya umur 21 tahun, yang menyebabkan tiga orang tewas dalam pemboman yang terjadi di garis finish dalam perlombaan yang legendaris itu.

Hampir dua minggu setelah Dzhokhar Tsarnaev dinyatakan bersalah melakukan pemboman maut Boston Marathon tahun 2013, tim juri federal akan kembali berkumpul, Selasa (21/4), untuk memutuskan apakah dia dihukum mati atau dipenjara seumur hidup.

Tim jaksa akan mengusahakan hukuman mati bagi imigran Chechnya umur 21 tahun, yang menyebabkan tiga orang tewas dalam pemboman yang terjadi di garis finish dalam perlombaan yang legendaris itu.

Tetapi, orangtua dari salah seorang korban, Martin Richard, yang berumur delapan tahun, telah meminta kepada Departemen Kehakiman agar memberikan kepada Tsarnaev hukuman seumur hidup tanpa kemungkinan keluar dari penjara atau hak untuk naik banding, sebagai imbalan tidak dihukum mati.

"Kami tahu pemerintah punya alasan untuk memberikan hukuman mati," tulis Bill dan Denise Richard dalam sebuah esei pada suratkabar “The Boston Globe,” pekan lalu, "tetapi, buntut dari vonis tersebut akan berakibatkan proses naik banding yang memakan waktu bertahun-tahun dan menyegarkan kembali kepedihan kami."

Jessica Kensky dan Patrick Downes, pasangan suami-isteri Boston yang kehilangan kedua kaki mereka dalam serangan itu, juga mendesak tim jaksa agar mengabaikan upaya mereka untuk menjatuhkan hukuman mati kepada Dzhokar Tsarnaev.

XS
SM
MD
LG