Tautan-tautan Akses

AS

Tersangka WikiLeaks Bersaksi dalam Sidang Pra-Peradilan


Bradley Manning (tengah) saat didampingi menuju pengadilan di Fort Meade, Maryland. (AP/Patrick Semansky)

Bradley Manning (tengah) saat didampingi menuju pengadilan di Fort Meade, Maryland. (AP/Patrick Semansky)

Tersangka kasus WikiLeaks bersaksi mengenai kondisinya sebagai tahanan di pangkalan militer Kuwait dan di penjara Quantico, Virginia.

Seorang analis di Angkatan Darat Amerika, yang dituduh terlibat kasus pelanggaran keamanan terbesar dalam sejarah militer Amerika, tampil untuk pertama kalinya dalam sidang pra-peradilan mengenai kondisinya di tahanan.

Bradley Manning pada Kamis (29/11) bersaksi mengenai berbagai pembatasan yang ia hadapi selama menjadi tahanan di sebuah pangkalan militer di Kuwait dan kemudian di Quantico, Virginia.

Dalam kesaksian selama tiga jam, Manning mengatakan waktu yang ia lewatkan sendirian di selnya menghabiskan kekuatannya. Ia mengatakan ada masa-masa di mana ia berpikir ingin mati.

Manning dituduh mengunduh kawat-kawat diplomatik ke kepingan padat yang dikirim ke situs WikiLeaks. Ia mengajukan tawaran untuk memikul tanggungjawab atas pembocoran itu dengan mengaku bersalah guna meringankan dakwaan. Putusan mengenai tawaran tersebut belum diambil.

Manning mengatakan sewaktu berada di Quantico ia dikurung sendirian di sel tanpa jendela selama 23 jam per hari dan dipaksa untuk tidur telanjang. Militer menyatakan perlakuan tersebut diperlukan karena ada risiko ia bunuh diri.
Para pengacara Manning meminta agar tuduhan terhadapnya dibatalkan, dengan mengatakan kondisi-kondisi praperadilan yang dialaminya cukup berat.
XS
SM
MD
LG