Tautan-tautan Akses

Tahun 2016, Tahun Spektakuler Bagi Aset-aset Berisiko


Suasana di Lantai Bursa New York (NYSE) pada pagi hari usai pemilihan Presiden AS di New York, 9 November 2016 (Foto: dok).

Pada tahun ketika rakyat pemilih mengobah bentuk kekuasaan dan politik di seluruh Eropa dan Amerika, orang terkaya di dunia tahun 2016 mempunyai kekayaan senilai $237 miliar lebih dibanding sebelumnya.

Dipicu oleh data ekonomi China yang mengecewakan pada awalnya, keluarnya Inggris dari Uni Eropa di tengah-tengah pemilu Amerika yang akhirnya memilih Donald Trump sebagai presiden, kekayaan terbesar di planet ini pasang-surut dengan keuntungan bersih harian $4,8 trilyun dan kerugian selama tahun ini, naik 5,7 persen menjadi $4,4 trilyun pada penutupan perdagangan 27 Desember, menurut Indeks Bilyuner Bloomberg.

"Secara umum, nasabah mengalami fluktuasi," kata Simon Smiles, kepala investasi untuk nasabah di UBS Wealth Management. "Tahun 2016 berakhir menjadi tahun yang spektakuler untuk aset-aset yang berisiko. Cukup mengagumkan untuk memulai tahun baru.”

Naiknya pendapatan itu dipimpin oleh Warren Buffett, yang mendapat $11,8 milyar selama tahun ini sewaktu perusahaan investasi maskapai dan perbankan miliknya, Berkshire Hathaway Inc. melambung setelah kemenangan mengejutkan Trump pada tanggal 8 November. Buffett, yang berjanji memberi sebagian besar kekayaannya untuk amal, menyumbangkan saham Berkshire Hathaway senilai $2,6 miliar pada bulan Juli.

Buffett, investor Amerika yang menjadi orang kedua terkaya di dunia pada dua hari setelah kemenangan Trump itu, kekayaannya naik 19 persen untuk tahun ini menjadi $74,1 milyar.

Keuntungan individu untuk tahun ini didominasi oleh orang Amerika, yang memperoleh empat dari lima kenaikan terbesar pada indeks, termasuk pendiri Microsoft Corp. Bill Gates, orang terkaya di dunia dengan kekayaan $91,5 milyar, dan pengusaha minyak Harold Hamm. (ps/al)

XS
SM
MD
LG