Tautan-tautan Akses

Setelah Diserang AS, Pangkalan Udara Suriah Beroperasi Lagi


 Hangar di pangkalan udara Shayrat tampak rusak pasca serangan rudal Tomahak AS, Jumat (7/4).
Hangar di pangkalan udara Shayrat tampak rusak pasca serangan rudal Tomahak AS, Jumat (7/4).

Pesawat-pesawat tempur Suriah kembali terbang dari pangkalan udara yang menjadi sasaran rudal Amerika hari Jumat (7/4). Gubernur provinsi Homs Talal Barazi, menurut laporan kantor berita Reuters hari Sabtu, mengatakan pangkalan itu beroperasi dari apa yang disebutnya "tahap pertama."

Dilaporkan, komentar Barazi disampaikan hanya beberapa jam setelah pemerintah Suriah mengatakan serangan rudal Amerika terhadap pangkalan udara Shayrat menimbulkan kerusakan luas. Ia tidak merinci lebih lanjut, dan markas militer Amerika, Pentagon, meminta pertanyaan tentang kondisi pangkalan udara tersebut diajukan kepada pemerintah Suriah.

Organisasi pemantau, Syrian Observatory for Human Rights sebelumnya mengatakan pesawat-pesawat tempur Suriah mampu lepas landas dari pangkalan itu hari Jumat dan menghantam sasaran pemberontak di bagian timur provinsi itu.

Belum jelas apakah pesawat-pesawat dari Shayrat ikut dalam serangan hari Sabtu yang menewaskan sedikitnya 18 warga sipil di dekat kota kecil Sheikhoun. Kota itu awal pekan ini dihantam serangan senjata kimia yang menurut pihak berwenang dilakukan pesawat-pesawat tempur Suriah atau Rusia, menuai kecaman internasional dan pembalasan rudal jelajah Amerika tiga hari kemudian.

Observatory mengatakan serangan hari Sabtu mungkin dilakukan pesawat-pesawat tempur Rusia, yang mulai mendukung operasi militer Suriah tahun lalu. [ka]

XS
SM
MD
LG