Tautan-tautan Akses

Senegal Kukuhkan Kasus Pertama Ebola


Para pekerja membuka baju pelindung dari virus Ebola setelah jam kerja mereka selesai di sebuah rumah sakit di Guinea (25/8/2014).

Para pekerja membuka baju pelindung dari virus Ebola setelah jam kerja mereka selesai di sebuah rumah sakit di Guinea (25/8/2014).

Wabah Ebola di Afrika Barat kini merembet ke Senegal, yang mengumumkan kasus pertama hari Jumat (29/8).

Menteri Kesehatan Awa Marie Coll Seck mengatakan kepada para wartawan bahwa orang yang terinfeksi itu adalah mahasiswa Guinea yang berobat di sebuah rumah sakit di ibukota Senegal, Dakar, pekan ini.

Menteri Seck mengatakan pemuda tersebut mengaku bersentuhan dengan pasien Ebola di Guinea, dan dia kemudian dinyatakan positif mengidap virus itu.

Senegal adalah negara kelima yang terkena wabah Ebola di kawasan itu yang telah menewaskan lebih dari 1.500 orang tahun ini, terutama di Guinea, Liberia dan Sierra Leone.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hari Jumat memperingatkan bahwa wabah yang kini telah berlangsung selama enam bulan itu semakin meningkat, dan 40 persen jumlah kasus terjadi dalam 21 hari belakangan.

Dr. Tom Frieden, direktur Pusat Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit di Amerika, memperingatkan bahwa wabah itu dapat menyebar ke luar Afrika Barat jika tidak segera dihentikan. Frieden menyampaikan komentar itu hari Kamis di Liberia, di mana terdapat jumlah tertinggi kasus dan kematian akibat virus itu.

Hari Kamis, WHO meluncurkan kampanye bernilai $490.000.000 untuk memerangi epidemi itu. WHO mengatakan jumlah kasus yang dilaporkan melewati 3.000, tetapi badan itu menambahkan jumlah sesungguhnya bisa dua sampai empat kali lebih tinggi.

XS
SM
MD
LG