Tautan-tautan Akses

AS

Senator AS: Teroris Bisa Manfaatkan Program Bebas Visa


Senator Dianne Feinstein, Ketua Komisi Intelijen Senat AS, memberikan penjelasan kepada media di gedung Capitol, Washington (foto: dok).

Senator Dianne Feinstein, Ketua Komisi Intelijen Senat AS, memberikan penjelasan kepada media di gedung Capitol, Washington (foto: dok).

Senator AS, Dianne Feinstein, memperkenalkan UU untuk memblokir pembebasan visa bagi warga asing yang pernah pergi ke Suriah atau Irak dalam 5 tahun terakhir.

Di tengah perselisihan di Washington soal penerimaan pengungsi Suriah, senator-senator dari kedua fraksi berpendapat, cara termudah bagi teroris asing masuk ke Amerika adalah program bebas visa.

Tanpa visa, warga puluhan negara di Eropa dan tempat lain hanya perlu paspor untuk lolos imigrasi Amerika di bandara dan pintu masuk lain, melewati proses pemeriksaan yang diterapkan bagi pemohon visa.

"20 Juta orang dari 38 negara, termasuk Perancis dan Belgia, setiap tahun menggunakan program bebas visa," ujar Senator Dianne Feinstein dari fraksi Demokrat.

"Teroris bisa memanfaatkan program ini, bisa pergi dari Perancis ke Suriah, seperti dilakukan 2.000 pejuang, pulang ke Perancis, menggunakan program bebas visa dan, tanpa pemeriksaan lebih lanjut, datang ke Amerika," paparnya.

Feinstein, ketua Komisi Intelijen Senat, telah memperkenalkan undang-undang untuk memblokir pembebasan visa bagi warga asing yang pernah pergi ke Suriah atau Irak dalam lima tahun terakhir.

"Mereka masih bisa datang," ujar Feinstein, "tetapi butuh visa, proses yang mencakup wawancara langsung di kedutaan atau konsulat Amerika." [ka]

XS
SM
MD
LG