Tautan-tautan Akses

AS

Sanksi terhadap Korea Utara Lolos Senat AS


Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS, Bob Corker (foto: dok)>

Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS, Bob Corker (foto: dok)>

AS meloloskan sanksi luas yang menarget Pyongyang, serta pemasok dan pihak-pihak yang bekerjasama dengan Korea Utara terkait peluncuran roket serta uji coba nuklir baru-baru ini.

Satu hari setelah pejabat tinggi intelijen Amerika memperingatkan tentang kemampuan nuklir, balistik dan dunia maya Korea Utara, Senat AS meloloskan sanksi luas yang menarget Pyongyang, serta pemasok dan pihak-pihak yang bekerjasama.

Penerapan sanksi itu disetujui hari Rabu (10/2), dengan suara 96 banding 0, menyusul peluncuran roket jarak jauh Korea Utara, Minggu serta uji coba nuklir baru-baru ini.

Ketua Senat Komite Hubungan Luar Negeri, Bob Corker dari faksi Republik mengatakan, puluhan tahun kebijakan AS di Korea Utara telah "gagal" dan sanksi yang lebih keras akan memberi hasil.

"RUU kami menetapkan standar dan menerapkan sanksi yang kuat," kata Corker. "Presiden akan diminta untuk menyelidiki berbagai opsi sanksi, termasuk proliferasi senjata pemusnah massal, bahan-bahan terkait persenjataan, barang-barang mewah, pelanggaran hak asasi manusia, kegiatan yang mengganggu keamanan dunia maya."

RUU menargetkan perdagangan mineral Korea Utara dan kegiatan
lain yang menghasilkan devisa bagi rejim itu, dan menjatuhkan penalti terhadap Tiongkok dan entitas lainnya yang bekerja sama dengan Pyongyang.

"Kami ingin mencegah kepentingan komersial mana saja di dunia dari usaha yang membantu Korea Utara mendapatkan senjata dan peralatan dan sumber daya yang dibutuhkannya untuk Program senjata ilegal," kata anggota komite dari fihak Demokrat, Senator Ben Cardin.

Selama tujuh jam sebelum pemungutan suara, sejumlah senator dari kedua partai politik menyampaikan pidato yang mengecam kepemimpinan Korea Utara.

"Pembasmian, pembunuhan, perbudakan, penyiksaan, pemenjaraan, pemerkosaan, aborsi paksa dan kekerasan seksual yang tidak bisa digambarkan adalah bagian dari kisah yang sedang berlangsung di rejim aneh ini," kata Robert Menendez dari Demokrat.

Banyak juga yang menyatakan frustrasi dengan apa yang mereka lihat sebagai kelambanan PBB dan oposisi Tiongkok terhadap tanggapan internasional yang kuat. [ps/jm]

XS
SM
MD
LG