Tautan-tautan Akses

Rendahkan Warga Miskin, Ekspat Inggris Picu Kemarahan Publik Singapura


Gelombang orang asing yang kaya raya dalam beberapa tahun ini telah memicu peningkatan keresahan publik Singapura yang menghadapi harga-harga yang meningkat di salah satu kota termahal di dunia itu. (Foto: Dok)

Gelombang orang asing yang kaya raya dalam beberapa tahun ini telah memicu peningkatan keresahan publik Singapura yang menghadapi harga-harga yang meningkat di salah satu kota termahal di dunia itu. (Foto: Dok)

Anton Casey memicu kemarahan publik Singapura dengan tulisan-tulisannya di media sosial, mengenai berbaur dengan "orang miskin" dalam angkutan umum yang bau.

Seorang manajer kekayaan asal Inggris di Singapura menghadapi ancaman kematian, kritik pemerintah dan kemarahan publik setelah tulisan-tulisannya di media sosial, mengenai berbaur dengan "orang miskin" dalam angkutan umum dan bertemu kembali dengan mobil Porsche miliknya, menyebar luas di Internet.

Anton Casey terpaksa menyewa sebuah perusahaan kehumasan untuk menghadapi kemarahan atas tulisan-tulisannya di Facebook.

"Ahhhhhhhhh bertemu kembali dengan kesayanganku," tulisnya dalam foto yang ia unggah, Minggu, dimana putranya terlihat duduk di dalam mobil mewah itu.

"Layanan normal bisa lanjut, setelah saya mencuci bau angkutan umum ini!"

Foto lain memperlihatkan putranya duduk di dalam kereta dalam kota dengan teks "Ayah, di mana mobilmu dan siapa orang-orang miskin ini?"

Tulisan-tulisan ini menyebar di negara kota tersebut, tempat gelombang orang asing yang kaya raya dalam beberapa tahun ini telah memicu peningkatan keresahan publik yang menghadapi harga-harga yang meningkat di salah satu kota termahal di dunia itu.

Kebencian yang meluas itu memicu tanggapan pada Kamis (23/1) dari Menteri Hukum dan Hubungan Luar Negeri Singapura, K. Shanmugam.

"Seperti banyak warga Singapura lainnya, saya sangat geram dan terhina dengan tulisannya. Sangat menghina, keliru dan tidak dapat diterima," tulis sang menteri dalam halaman Facebook miliknya.

Casey, yang menikah dengan Miss Singapore 2003, telah menghapus status-statusnya dan meminta maaf setelah ia mendapat ribuan keluhan di Internet dari orang-orang Singapura dan mengatakan ia telah menerima ancaman maut.

"Saya memiliki penghormatan yang tinggi terhadap Singapura dan warga Singapura, Ini rumah saya," ujarnya dalam pernyataan yang dikeluarkan perusahaan humasnya.

"Saya mohon dimaafkan dari perilaku saya yang buruk dan diberi kesempatan kedua untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap saya sebagai warga di negara yang indah ini."

Insiden ini juga telah memunculkan tanggapan-tanggapan yang humoris.

Sebuah bar bernama Tuckshop mendedikasikan satu jam khusus untuk Casey, menawarkannya harga khusus S$120 (sekitar Rp 1,1 juta) untuk 1 liter bir, dan S$12 untuk "warga miskin Singapura lainnya." (Reuters)

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG