Tautan-tautan Akses

Rakyat Filipina Gelar Aksi Solidaritas, Dukung Pro-Demokrasi Hong Kong


Para aktivis Filipina menggelar aksi solidaritas mereka di depan consular China di wilayah Makati, Manila (2/10), untuk mendukung gerakan pro-demokrasi di Hong Kong.

Para aktivis Filipina menggelar aksi solidaritas mereka di depan consular China di wilayah Makati, Manila (2/10), untuk mendukung gerakan pro-demokrasi di Hong Kong.

Sekitar 50 anggota partai Akbayan melakukan unjuk rasa di depan gedung konsulat China di ibukota Manila, menyatakan dukungan mereka terhadap gerakan demokrasi di Hong Kong (2/10).

Rakyat Filipina, yang menentang klaim China di Laut Cina Selatan, hari Kamis (2/10), menyatakan dukungan mereka terhadap gerakan demokrasi di Hong Kong, dengan mengatakan, Beijing tidak seharusnya menggunakan kekerasan untuk menghentikan protes-protes di pusat keuangan global di pulau itu, atau dalam dalam menyelesaikan pertikaian teritorial dengan Filipina.

Sekitar 50 anggota partai Akbayan melakukan unjuk rasa di depan gedung konsulat China di ibukota Manila. Mereka membawa payung-payung berwarna kuning, melambangkan "perjuangan bagi demokrasi" di Hong Kong, dan payung-payung warna hitam bagi "praktek-praktek non-demokratis di kawasan itu" yang dilakukan oleh China. Banyak yang membawa plakat, berbunyi "Be Strong, Hong Kong”.

Mantan menteri dalam negeri Filipina, Rafael Alunan, pemimpin “Koalisi Laut Filipina Barat” yang memprotes apa yang tampaknya aksi pelayaran China di laut-laut yang diklaim oleh Filipina, mengemukakan bahwa kelompoknya juga mendukung para pemrotes Hong Kong. Puluhan ribu warga Filipina bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Hong Kong, sumber devisa utama di Filipina.

XS
SM
MD
LG