Tautan-tautan Akses

Raja Thailand Ubah Protokol Untuk Kurangi Macet


Kemacetan lalu lintas di Bangkok. Kendaraan dari anggota keluarga kerajaan dianggap memperparah kemacetan. (Foto: AFP)

Kemacetan lalu lintas di Bangkok. Kendaraan dari anggota keluarga kerajaan dianggap memperparah kemacetan. (Foto: AFP)

Tak nyaman dengan tuduhan berkontribusi pada kemacetan lalu lintas di Bangkok, Raja Thailand merombak protokol kendaraan kerajaan di jalan raya.

Raja Thailand ingin membantu mengurangi kemacetan jalan raya di Bangkok dan ketidaknyamanan lalu lintas lainnya, yang berarti beberapa perubahan terhadap perlakuan untuk anggota kerajaan di jalanan.

Pada Jumat (27/7), pihak berwenang mendistribusikan 25.000 buku pada polisi dan pejabat lainnya yang berisikan petunjuk mengarahkan konvoy kendaraan anggota kerajaan dan protokol baru untuk pemunculan di publik bagi keluarga besar kerajaan.

Manual tersebut mengubah beberapa praktik yang diam-diam menjengkelkan masyarakat umum di negara di mana kritikan terhadap keluarga kerajaan adalah pelanggaran hukum, dan bisa diganjar sampai 15 tahun penjara. Raja Bhumibol Adulyadej, 84, yang sangat dihormati itu kemudian berinisiatif mengubah protokol yang menurutnya kuno, seperti yang dilaporkan oleh kantor berita Associated Press (AP).

Pihak istana berharap aturan-aturan baru tersebut akan mengakhiri lelucon tak berkesudahan mengenai lalu lintas Bangkok.

“Setiap kali ada kemacetan lalu lintas, semua berpikir apakah ada kendaraan berisi anggota kerajaan yang lewat,” ujar pejabat istana Chantanee Thanarak dalam pelatihan bagi polisi yang diadakan Jumat di markas besar kepolisian di Bangkok. “Keluarga kerajaan tidak pernah berniat untuk mengganggu ketertiban umum.”

Sampai saat ini, kemunculan iringan kendaraan kerajaan berarti polisi harus menghentikan lalu lintas di kedua arah dalam radius beberapa blok jauh sebelum mereka lewat. Lalu lintas di jalan layang juga akan dihentikan tidak hanya untuk alasan keamanan, tapi juga untuk mengikuti protokol bahwa tidak ada posisi kepala yang boleh lebih tinggi dari anggota kerajaan. Langkah-langkah ini mengacaukan lalu lintas, membutuhkan kehadiran polisi yang ekstensif dan telah diprotes sebagai sesuatu yang berlebihan.

Mulai saat ini, lalu lintas di jalan layang diperbolehkan, demikian juga dengan arus kendaraan dari arah yang berlawanan, menurut manual tersebut. Periode di mana lalu lintas dihentikan juga dikurangi, demikian juga dengan jumlah polisi yang digunakan untuk menjaga lalu lintas.

Peraturan baru lainnya: Tempat perbelanjaan tidak harus menghalau pengunjung saat anggota kerajaan muncul. “Tapi hati-hati, jangan sampai para pengunjung terlalu dekat dengan anggota keluarga kerajaan,” menurut manual tersebut.

Buku pegangan setebal 48 halaman tersebut menjelaskan langkah-langkah pengamanan berbeda yang harus dilakukan dalam aktivitas pejabat atau aktivitas pribadi kerajaan di luar ruangan. Petunjuk tersebut disertai foto-foto untuk menjelaskan cara memblokir jalan dan mengatur kerumunan, serta daftar nomor telepon pejabat istana yang bisa dihubungi pihak berwenang jika ada pertanyaan.

Manual tersebut menjelaskan bahwa peraturan-peraturan baru tersebut berlaku untuk seluruh keluarga kerajaan, termasuk Raja Bhumibol sendiri, meskia ia jarang bepergian di ibukota akhir-akhir ini. (AP)
XS
SM
MD
LG