Tautan-tautan Akses

Rafsanjani Dimakamkan, Warga Iran Berduka


Dalam foto yang dirilis oleh situs resmi kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, berdiri di latar depan tengah, memimpin doa di depan peti mantan Presiden Akbar Hashemi Rafsanjani di kampus Tehran University (10/1). Teheran, Iran. (foto: Kantor Pemimpin Tinggi Iran via AP)

Dalam foto yang dirilis oleh situs resmi kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, berdiri di latar depan tengah, memimpin doa di depan peti mantan Presiden Akbar Hashemi Rafsanjani di kampus Tehran University (10/1). Teheran, Iran. (foto: Kantor Pemimpin Tinggi Iran via AP)

Jenazah mantan presiden Iran Akbar Hashemi Rafsanjani dimakamkan di sebuah tempat pemakaman di Teheran, di sebelah pemimpin Revolusi Islam tahun 1979 – Ayatollah Ruhollah Khomeini diiringi ratusan ribu warga Iran yang berduka dan meratap dalam kesedihan.

Ratusan ribu warga Iran berduka dan meratap dalam kesedihan ketika jenazah mantan presiden Iran Akbar Hashemi Rafsanjani dimakamkan di sebuah tempat pemakaman di Teheran, di sebelah pemimpin Revolusi Islam tahun 1979 – Ayatollah Ruhollah Khomeini.

Tempat peristirahatan terakhir Rafsanjani yang berada di sebelah pemimpin tertinggi Ayatollah Ruhollah Khomeini itu mencerminkan warisannya sebagai salah satu pilar sistem politik yang didominasi ulama di Iran, khususnya ketika beberapa tahun kemudian ia menjadi mediator diantara kelompok garis keras dan kelompok reformis.

Tetapi pemakaman Rafsanjani yang memakan waktu beberapa jam juga menyorot perbedaan yang ada. Sebagian kerumunan pelayat dalam proses pemakaman itu sesekali berteriak menyampaikan dukungan pada pemimpin oposisi yang sedang menjalani tahanan rumah. Sementara sebagian politisi lainnya tidak menghadiri upacara pemakaman itu.

Warga berbondong-bondong memenuhi jalan-jalan raya menuju ke ibukota, sebagian berdoa sambil memukul-mukul dada mereka dan meratap, suatu tradisi kalangan Muslim-Syiah ketika berduka.

Pemakaman Rafsanjani, yang meninggal dalam usia 82 tahun hari Minggu (8/1) lalu karena serangan jantung, dihadiri politikus elit dan warga biasa. Toko-toko dan sekolah ditutup pada hari berkabung nasional itu. [em/isa]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG