Tautan-tautan Akses

Protes Anti-Trump Masih Berlanjut di AS


Para demonstran melakukan protes anti Presiden terpilih Donald Trump di kota Seattle, negara bagian Washington (9/11).

Para demonstran melakukan protes anti Presiden terpilih Donald Trump di kota Seattle, negara bagian Washington (9/11).

Para imigran, warga non-kulit putih, pengungsi dan kelompok LGBT termasuk di antara demonstran yang melakukan protes anti-Trump di beberapa kota besar di AS.

Puluhan ribu orang turun ke jalan di kota-kota besar dari New York sampai California hari Kamis (10/11), menekankan kekecewaan mereka karena Donald Trump dipilih menjadi presiden AS ke-45.

Banyak di antara demonstran adalah warga Amerika kulit hitam dan mahasiswa Hispanik. Mereka mengatakan, ucapan Trump dalam kampanye tentang imigrasi menakutkan mereka dan mereka menuduhnya rasis dan xenofobik.

Serombongan besar demonstran membuat suara mereka didengar di depan gedung Trump Tower di kota New York. Di antaranya adalah bintang po Lady Gaga yang berdiri di atas truk sambil melambaikan poster bertuliskan kata-kata yang dibuat populer oleh bekas saingan Trump, Hillary Clinton "Love Trumps Hate" (Cinta mengalahkan kebencian).

Seorang warga New York mengatakan, ia khawatir janji keras Trump untuk menegakkan hukum dan ketertiban di kota-kota Amerika akan berakibat semakin banyak kulit hitam yang disasar polisi untuk digeledah dan dilecehkan tanpa alasan dan secara tidak adil.

Sebagian demonstran di Los Angeles membakar patung besar Trump dan mencoba menutup jalan raya bebas hambatan kota itu. Demonstran lain di Oakland dekat San Francisco melemparkan bom bensin dan mercon ke kantor polisi dan menutup jalan raya dengan membakar sampah. Setidaknya 30 orang ditangkap.

Sebagian dari ucapan keras Trump sewaktu kampanye ditujukan terhadap imigran Meksiko yang banyak di antaranya dicapnya sebagai penjahat dan pemerkosa. Dan ia mengancam akan mendeportasi masal imigran yang tinggal di Amerika dan tidak memiliki izin resmi sebagai penduduk menetap atau izin kerja.

Trump juga melemparkan kata-kata keras pada Muslim-Amerika baik imigran maupun yang sudah lama menetap di negeri ini.

Sejak resmi menjadi presiden terpilih Trump sendiri berjanji akan menjadi presiden bagi semua warga Amerika namun tidak menyinggung aksi protes dan demonstrasi yang terjadi atau mengemukakan rincian kebijakannya. [ps]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG