Tautan-tautan Akses

AS Luncurkan Program Prakarsa Seratus Perempuan


Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton meluncurkan Program Prakarsa 100 Perempuan, Jumat (18/3).

Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton meluncurkan Program Prakarsa 100 Perempuan, Jumat (18/3).

Dalam memperingati Hari Perempuan Sedunia yang ke-100, Departemen Luar Negeri Amerika meluncurkan program pemberdayaan perempuan melalui pertukaran internasional.

Dalam memperingati Hari Perempuan Sedunia yang ke-100, Departemen Luar Negeri Amerika meluncurkan program Pemberdayaan Perempuan dan Gadis Remaja Melalui Program Pertukaran Internasional. Ini adalah serangkaian acara yang dimulai dengan membawa seratus orang pemimpin dari 92 negara ke Amerika. Selama kursus yang berlangsung setahun itu lebih dari 2000 perempuan akan turut dalam International Visitor Leadership Program (Program Kepemimpinan Internasional).

Keseratus perempuan itu datang dari berbagai negara di dunia dan pemimpin di bidang akademis, bisnis, masyarakat, pemerintahan, penegakan hukum, media dan sektor swasta. Mereka telah menunjukkan komitmen panjang dalam memberdayakan masyarakat, termasuk perempuan dan gadis remaja. Di antara yang terpilih ikut program itu adalah Raquel Fernandez dari Paraguay. Dia menangani perempuan dan gadis remaja yang terperangkap perbudakan seks dan membawa mereka keluar dari kehidupan itu untuk menghentikan lingkaran prostitusi dan keterpinggiran perempuan. Di Sudan, Aisha Humad memberdayakan perempuan dengan mengajar mereka bagaimana mempertahankan dan menuntut hak azasi mereka. Di Yaman, Ishraq Al-Subee bukan hanya seorang dokter dan peneliti medis tetapi juga menyediakan klinik bagi pemuda untuk berbagai keperluan dari latihan ketrampilan sampai mengajarkan prinsip dasar HAM dan demokrasi.

Selama tiga minggu mendatang, para perempuan tersebut akan bepergian ke berbagai tempat di Amerika guna bertemu dengan pengusaha, pejabat pemerintah dan pebisnis perempuan yang sukses dalam mendirikan dan mengembangkan bisnis.

Program Prakarsa Seratus Perempuan itu adalah salah satu cara Amerika meningkatkan peran perempuan dan gadis remaja dalam kebijakan luar negeri Amerika. Menlu Amerika Hillary Clinton mengupayakan kerjasama dengan sektor swasta untuk menyediakan bantuan keuangan kepada organisasi nirlaba diberbagai negara di dunia untuk membantu perempuan dan gadis remaja. Amerika mengajak pemerintah dan sektor swasta di berbagai negara untuk berinvestasi lebih pada perempuan dan mengenalkan perempuan ke dunia bisnis . Clinton mengatakan hasil investasi ini akan baik sekali.

“Jika kita memutuskan-sebagai masyarakat, pemerintah dan kalangan swasta untuk berinvestasi pada perempuan dan gadis remaja”, ujar Clinton.

Lebih lanjut ia mengatakan, “Kita akan memperkuat upaya kita memerangi kemiskinan, mendorong pembangunan dan memperkuat stabilitas. Kalau kaum perempuan maju, keluarga, masyarakat dan negara akan maju- dan dunia akan semakin damai dan sejahtera.”

XS
SM
MD
LG