Tautan-tautan Akses

Presiden Yaman Terima Proposal untuk Akhiri Krisis Politik


Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh di Sana'a, Jumat (22/4).
Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh di Sana'a, Jumat (22/4).

Rencana ini meminta Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh menyerahkan kekuasaan kepada seorang deputi, yang kemudian membentuk sebuah pemerintahan kesatuan

Pejabat-pejabat pemerintah Yaman mengatakan, Presiden Ali Abdullah Saleh telah sepakat untuk menerima proposal dari mediator Teluk Arab yang meminta ia menyerahkan kekuasaan dan mundur dalam 30 hari.

Pejabat-pejabat Yaman mengatakan pemerintah telah memberitahu enam negara anggota Dewan Kerjasama Teluk (GCC) tentang penerimaan rencana tersebut oleh Presiden Saleh yang dipaparkan awal minggu ini.

Rencana itu meminta Presiden Saleh menyerahkan kekuasaan kepada seorang deputi, yang kemudian membentuk sebuah pemerintahan kesatuan dalam dua bulan. Anggota-anggota partai berkuasa akan menguasai setengah dari pemerintahan kesatuan itu, 40 persen oleh koalisi oposisi, dan selebihnya dikuasai oleh partai-partai yang tak punya afiliasi.

Sekjen GCC Abdullatif al-Zayani membeberkan rencananya di hadapan Presiden Saleh hari Kamis. Rencana ini merupakan kiat untuk mengakhiri gejolak anti-pemerintah.

Kantor berita Reuters mengutip pemimpin oposisi Yaman melaporkan, Sabtu, bahwa mereka menerima prakarsa GCC, tapi tidak akan ikut dalam pemerintahan kesatuan.

Sementara itu, rakyat Yaman di seluruh negeri mengadakan mogok massal pada hari Sabtu untuk memrotes pemerintahan Presiden Saleh. Sejumlah dari mereka menggelar protes damai.

Juru Bicara Deplu Amerika Mark Toner mengatakan, Washington menyambut baik usul untuk mengakhiri krisis dan menyerukan segera diadakan dialog oleh semua pihak mengenai alih kekuasaan.

XS
SM
MD
LG