Tautan-tautan Akses

Presiden Xi Jinping Inginkan Kemajuan yang 'Stabil' dengan AS


Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Henry Kissinger (kiri) bersama Presiden China Xi Jinping di Beijing, 2 Desember 2016 (Nicolas Asfouri/Pool Photo via AP).

Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Henry Kissinger sering mengunjungi China, di mana dia sangat dihormati karena meletakkan dasar untuk normalisasi hubungan diplomatik antara Beijing dan Washington pada 1970-an.

Presiden China Xi Jinping mengatakan kepada mantan menteri luar negeri Amerika Serikat, Henry Kissinger, pada hari Jumat (2/12) bahwa Beijing mengharapkan kemajuan yang stabil dan berkelanjutan dalam hubungan dengan AS setelah pemilihan presiden Amerika bulan lalu.

Xi mengatakan pemerintahnya mengamati dengan seksama perkembangan pasca pemilu di AS, dan sekarang adalah masa transisi politik penting.

“Secara keseluruhan, kami ingin melihat hubungan China-AS bergerak maju secara stabil dan berkelanjutan,'' kata Xi dalam komentar pembuka pada pertemuan antara kedua tokoh itu di Balai Agung Rakyat, Beijing.

Xi juga mengemukakan bahwa dia belum lama ini bertemu dengan Presiden Barack Obama dan telah mengadakan percakapan telepon dengan Presiden terpilih Donald Trump.

Kissinger, 93 tahun, sudah sering mengunjungi China, di mana dia sangat dihormati karena meletakkan dasar untuk normalisasi hubungan diplomatik antara Beijing dan Washington pada 1970-an. Sesepuh Partai Republik ini juga bertemu dengan Trump tak lama setelah pemilihan 8 November dan diduga akan memberikan pandangannya kepada Xi dan para pemimpin China lainnya.

Meskipun Trump mengancam akan mencap China sebagai manipulator mata uang dan memaksakan tarif cukai yang tinggi pada ekspor China , dia dianggap beberapa analis politik China lebih baik dari pada Hillary Clinton yang sangat mendukung penyeimbangan kekuatan Amerika di Asia, yang menurut Beijing merupakan strategi untuk menghambat upayanya menjadi negara adidaya. [as/uh]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG