Tautan-tautan Akses

AS

Obama Minta Kongres Dukung Kelanjutan Operasi Militer melawan ISIS

  • Cindy Saine

Presiden AS Barack Obama

Presiden AS Barack Obama

Berbicara di hadapan Kongres hari Kamis, sejumlah pejabat senior pemerintah membela strategi Presiden Obama yang bekerjasama dengan koalisi internasional dalam menggempur ISIS.

Purnawirawan Jenderal Marinir John Allen, utusan khusus presiden, mengatakan serangan-serangan udara terkoordinasi oleh koalisi itu jauh lebih masuk akal daripada mengerahkan tentara Amerika untuk bertempur di lapangan.

“Kehadiran tentara asing dari luar kawasan itu pada akhirnya sering memicu reaksi yang justru berbalik ke tentara asing itu. Hal demikian faktanya bisa mengacaukan," ujar Allen.

Allen dan para pejabat lainnya dalam sidang keterangan ini mengakui situasi di Suriah lebih menantang dibandingkan di Irak karena tidak ada pemerintah yang menjadi rekan Amerika di Suriah.

Ed Royce, kepala komisi luar negeri DPR, menuduh Presiden Obama tidak memiliki strategi untuk mengatasi ISIS di Suriah.

“Terkait jangka panjang di Suriah, sebagian besar pejabat eksekutif tampaknya ingin memikirkannya nanti saja. Respons kita yang lamban telah mengakibatkan krisis kepercayaan diantara para sekutu kita,” kata Royce.

Dalam jumpa pers hari Kamis, Ketua DPR John Boehner mengkritik Presiden Obama ketika ditanyai tentang gejolak saat ini di Timur Tengah.

“Dunia haus akan kepemimpinan Amerika. Tetapi Amerika punya presiden yang anti-perang. Kita tidak punya strategi yang komprehensif untuk menghadapi ancaman teroris yang terus meningkat,” katanya.

Boehner juga mengecam resolusi AUMF yang diminta pemerintah.

Katanya, “Isu terbesar terkait otorisasi penggunaan kekuatan militer yang diminta presiden adalah presiden justru meminta wewenang yang lebih sedikit daripada yang ia miliki saat ini berdasarkan resolusi sebelumnya. Di mana strategi mantap yang diperlukan untuk menghadapi ancaman teror?”

Operasi militer Amerika saat ini di Irak dan Suriah didasarkan pada resolusi-resolusi yang disahkan setelah 11 September 2001 guna menghadapi teroris.

Kongres akan reses selama dua minggu, dan beberapa analis mengatakan akan butuh berbulan-bulan sebelum Kongres melakukan voting atas resolusi perang ini.

XS
SM
MD
LG