Tautan-tautan Akses

AS

Pesawat Tempur Koalisi AS Serang ISIS di Tikrit


Anggota kelompok militan Syiah di Irak berpatroli di Tikrit (25/3). (AP/Khalid Mohammed)

Anggota kelompok militan Syiah di Irak berpatroli di Tikrit (25/3). (AP/Khalid Mohammed)

Letnan Jenderal Amerika, James Terry, panglima usaha koalisi, mengatakan serangan udara lebih memungkinkan pasukan Irak menghalau militan.

Pesawat-pesawat tempur dari koalisi yang dipimpin Amerika melancarkan serangan udara terhadap militan Negara Islam (ISIS) di kota Tikrit, Irak, Rabu (25/3), setelah Perdana Menteri Haider al-Abadi memohon dukungan pada serangan yang sudah sebulan itu untuk merebut kembali daerah yang strategis itu.

Pasukan Irak dan milisi Syiah telah bertempur di darat, dan sebelumnya tidak mau meminta bantuan udara dari luar, tetapi setelah dengan cepat merebut daerah di luar Tikrit, usaha tersebut telah macet.

Seorang perwira militer Irak, Letnan Jenderal Abdul-Wahab al-Saadi mengatakan kepada Associated Press, bahwa bentrokan meningkat sementara pasukan Irak dan pasukan khusus bergerak menuju pusat kota Tikrit, kampung halaman Saddam Hussein.

Letnan Jenderal Amerika, James Terry, panglima usaha koalisi, mengatakan serangan udara lebih memungkinkan pasukan Irak menghalau militan.

“Serangan ini dimaksudkan untuk menghancurkan basis ISIS dengan presisi, dengan demikian menyelamatkan nyawa warga Irak yang tidak bersalah sementara memperkecil kerusakan infrastruktur,” kata Jenderal itu.

Tikrit adalah ibukota provinsi Salahuddin, daerah yang terletak antara ibukota Baghdad, dan kota kedua terbesar Irak, Mosul, yang telah dikuasai ISIS sejak Juni.

Koalisi yang dipimpin Amerika telah mulai melancarkan serangan udara terhadap tempat-tempat ISIS di kota Irak, Tikrit, yang penting dalam strategi itu.

Irak meminta dukungan dari udara dari Amerika sementara mereka mengalami kesulitan untuk merebut kembali kota itu dari militan.

Panglima koalisi Jenderal James Terry mengatakan serangan itu dimaksudkan untuk menghancurkan basis ISIS dengan presisi, yaitu dengan menyelamatkan nyawa warga Irak yang tidak bersalah sementara memperkecil kerusakan infrastruktur.”

Pasukan Irak telah berusaha merebut kembali kota itu selama beberapa minggu. Tetapi, Pentagon mengatakan dorongan serangan Irak telah “macet.”

Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi mengatakan dalam pidato televisi kepada rakyat Irak Rabu malam bahwa apa yang disebutnya tahap terakhir operasi untuk merebut kembali provinsi Salahuddin, yang ibukotanya Tikrit, akan berhasil. Ia tidak mengatakan dengan jelas serangan udara koalisi telah mulai. Tetapi ia mengatakan Irak mendapat dukungan udara dan senjata dari negara-negara sahabat.

XS
SM
MD
LG