Tautan-tautan Akses

Presiden Kolombia dan Pemberontak FARC Capai Terobosan Besar


Presiden Kuba Raul Castro (tengah) mendorong Presiden Kolombia Juan Manuel Santos (kiri) dan Komandan FARC Timoleon Jimenez untuk bersalaman usai perjanjian perdamaian di Havana (23/9). (AP/Desmond Boylan)

Presiden Kuba Raul Castro (tengah) mendorong Presiden Kolombia Juan Manuel Santos (kiri) dan Komandan FARC Timoleon Jimenez untuk bersalaman usai perjanjian perdamaian di Havana (23/9). (AP/Desmond Boylan)

Persetujuan itu akan memberi amnesti umum bagi pasukan pemberontak, tetapi tidak dalam kasus-kasus seperti pelanggaran serius seperti kejahatan perang, pemerkosaan dan penculikan.

Presiden Kolombia dan pemberontak FARC telah mencapai terobosan besar Rabu malam (23/9) menuju pengakhiran lebih dari 50 tahun pertumpahan darah.

Presiden Juan Manuel Santos dan para pemimpin pemberontak setuju menandatangani perjanjian perdamaian terakhir sebelum bulan Maret tahun depan. Persetujuan itu dicapai di Havana, dimana kedua pihak telah mengadakan pembicaraan perdamaian tiga tahun yang disponsori oleh Kuba dan Norwegia.

Santos melakukan penampilan pertamanya dalam pembicaraan itu hari Rabu untuk mengumumkan terobosan itu, yang dicapai ketika kedua pihak akhirnya menyetujui masalah keadilan yang peka untuk kejahatan yang dilakukan oleh pemberontak.

Persetujuan itu akan memberi amnesti umum bagi pasukan pemberontak, tetapi tidak dalam kasus-kasus seperti pelanggaran serius seperti kejahatan perang, perkosaan dan penculikan.

Pemberontak yang mengaku melakukan kejahatan yang kurang serius mungkin tidak akan masuk penjara, tetapi dapat diharuskan memberi ganti rugi kepada para korban mereka dan kebebasan bergerak mereka dibatasi.

Para perunding FARC selalu bertekad untuk menjaga supaya pasukan mereka tidak masuk penjara.

Pemberontak juga harus melucuti senjata dalam waktu 60 hari setelah batas waktu bulan Maret. Rincian mengenai bagaimana mereka akan menyerahkan senjata mereka masih akan dirundingkan.

Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry menelpon ucapan selamat kepada Presiden Santos. “Rakyat Kolombia patut memperoleh perdamaian yang adil dan abadi, dan ini akan menjadi kemenangan mereka,” kata Kerry.

Pemberontak kiri FARC telah melakukan perang gerilya untuk menggulingkan pemerintah Kolombia sejak tahun 1964, menewaskan ribuan orang. Mereka telah menggunakan perdagangan narkoba dan penculikan untuk mendanai perang mereka. [gp]

XS
SM
MD
LG