Tautan-tautan Akses

Poroshenko Prediksi Gencatan Senjata Disetujui Rabu


Presiden Ukraina Petro Poroshenko memegang paspor Rusia untuk membuktikan kehadiran pasukan Rusia di Ukraina ketika berbicara dalam Konferensi Keamanan Munich ke-51di Hotel 'Bayerischer Hof' di Munich 7 Februari 2015. (REUTERS/Michael Dalder)

Presiden Ukraina Petro Poroshenko memegang paspor Rusia untuk membuktikan kehadiran pasukan Rusia di Ukraina ketika berbicara dalam Konferensi Keamanan Munich ke-51di Hotel 'Bayerischer Hof' di Munich 7 Februari 2015. (REUTERS/Michael Dalder)

Presiden Ukraina Petro Poroshenko memprediksi bahwa “gencatan senjata cepat dan tanpa prasyarat” akan disetujui pada hari Rabu (11/2) antara pemerintahnya dan separatis pro-Rusia yang dihadapinya di Ukraina Timur.

Poroshenko mengatakan bahwa kemajuan ke arah gencatan senjata dicapai pada hari Minggu (8/2) dalam percakapan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Perancis Francois Hollande. Ke-empat pemimpin itu berencana bertemu hari Rabu (11/2) di ibukota Belarus, Minsk, untuk berupaya mencapai perjanjian akhir setelah menteri-menteri luar negeri mereka menyusun rincian perjanjian itu hari Senin di Berlin.

Meskipun ada perjanjian terdahulu mengenai gencatan senjata September lalu, pertempuran terus berlanjut di Ukraina Timur, dengan pertempuran intensif terjadi beberapa hari ini. Kelompok separatis dan pasukan Kiev menyatakan 12 warga sipil dan 12 tentara Ukraina tewas pada hari terakhir pertempuran.

Pertumpahan darah telah mendorong berbagai pembicaraan tingkat tinggi yang bertujuan mengakhiri bentrokan sebelum pertempuran meluas.

Dalam beberapa hari ini, Merkel dan Hollande ke Kyiv untuk melakukan pembicaraan dengan pemimpin Ukraina dan kemudian ke Moskow untuk bertemu Putin. Kanselir Jerman itu akan menuju Washington untuk bertemu Presiden Amerika Barack Obama hari Senin.​

Hollande mengatakan pembahasan terbaru di kalangan pemimpin-pemimpin dunia itu merupakan “salah satu peluang terakhir “ untuk mencapai perdamaian setelah pertempuran hampir setahun di Ukraina Timur.

Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry mengatakan di konferensi keamanan Munich bahwa para pemimpin Amerika dan Eropa masih bersatu dalam upaya mencapai gencatan senjata.

Mr. Obama sebelumnya mempertimbangkan pengiriman senjata maut untuk pasukan Kiev. Ini merupakan eskalasi di luar sanksi-sanski ekonomi yang telah diberlakukan Amerika dan Eropa terhadap Moskow. Negara-negara kuat Barat beranggapan Moskow mempersenjatai separatis, meskipun Rusia terus membantahnya.

Rencana gencatan senjata terbaru didasarkan pada perjanjian yang gagal September lalu yang ditandatangani di Minsk, tetapi dengan lebih banyak rincian mengenai pengaturan waktu, kata seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri Amerika.

Meskipun Poroshenko optimistis mengenai perjanjian yang baru, Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier mengatakan para perunding yang membahas rencana Perancis-Jerman itu “masih jauh dari menemukan solusi politik” bagi konflik Ukraina setelah perdebatan intens selama beberapa hari.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Federica Mogherini, mengatakan di Munich bahwa blok itu sedang berupaya mencari cara-cara untuk menerapkan sepenuhnya perjanjian Minsk sebelumnya.

Gncatan senjata yang ditandatangani pada bulan September di Minsk menyerukan pasukan kedua pihak agar menghentikan pengeboman, mundur dari garis depan dan segera memulai pembicaraan perdamaian. Perjanjian itu dilanggar hampir bersamaan pada waktu perjanjian itu ditandatangani.

Pasukan Ukraina telah bertempur untuk merebut kembali beberapa bagian kawasan Ukraina Timur yang direbut separatis dukungan Rusia sewaktu pemerintah baru yang lebih pro-Barat berkuasa di Ukraina tahun lalu.

Para pejabat Ukraina menyatakan lebih dari 5.600 warga sipil telah tewas sementara ribuan lainnya dipaksa meninggalkan rumah mereka.

Meskipun Rusia menyangkal terlibat dalam pertempuran, Poroshenko berdiri di hadapan wartawan pada konferensi keamanan itu sambil membawa paspor Rusia yang katanya diambil dari tentara Rusia di dalam Ukraina.

XS
SM
MD
LG