Tautan-tautan Akses

Polisi Tangkap 3 Terduga Teroris di Klaten

  • Yudha Satriawan

Polisi bersenjata lengkap berjaga di rumah yang digerebek Densus Anti Teror di Klaten, Kamis, 15 Mei 2014 (Foto: VOA/Yudha)

Polisi bersenjata lengkap berjaga di rumah yang digerebek Densus Anti Teror di Klaten, Kamis, 15 Mei 2014 (Foto: VOA/Yudha)

Tiga terduga teroris ditangkap dan berbagai senjata tajam dan senjata api rakitan berhasil disita aparat kepolisian dalam penggerebekan sebuah rumah di Klaten Jawa tengah, Kamis (15/5).

Sebuah rumah di Sumberwetan RT 12 RW 6, Sumber, Trucuk, Klaten tampak mencolok dibanding di sekitarnya. Lima orang polisi bersenjata lengkap menjaga ketat rumah yang sudah terpasang garis polisi tersebut. Rumah ini menjadi tontotan ratusan warga yang berada di sekitar lokasi.

Salah seorang polisi setempat yang enggan disebutkan namanya mengatakan rumah tersebut baru saja digerebek Polisi Anti teror, Kamis pagi (15/5). Polisi tersebut mengaku ikut menyaksikan penggerebekan dan menjaga di lokasi tersebut.

“Penggerebekan tadi pagi, saya lihat anggota densus anti teror ada di balai desa, 50 meter dari rumah ini. Saya ditugaskan menjaga lokasi dari kejauhan. Densus semuanya tidak berseragam, berpakaian preman tapi bersenjata lengkap. Penggerebekan pas situasi di sekitar rumah sepi. Depan rumah kan kalau pagi ramai banyak orang ke sekolah atau berangkat kerja,” jelas polisi tersebut.

Ketua RT setempat, Supar Padi Marsono, saksi mata penggeledahan usai penggerebekan di rumah tersebut, mengatakan polisi menyita berbagai senjata tajam dan beberapa senjata api rakitan yang berada dalam satu kotak. Supar mengaku melihat tiga orang laki-laki dengan mata ditutupi lakban atau karet perekat di bawa polisi yang tak berseragam tersebut.

“Tadi pagi saya didatangi dua orang polisi tak berseragam, mengaku densus anti teror. Menyuruh saya ke lokasi penggerebegan di wilayah RT saya. Saat di lokasi, saya diajak menyaksikan penggeledahan rumah itu. Saya melihat ada laptop satu, handphone tujuh ditata berjajar," kata Supar Padi Marsono.

"Saya juga menyaksikan ada deretan senjata tajam berupa pedang samurai, beberapa rangka senjata api rakitan. Ada yang berbentuk laras panjang, ada yang pistol atau laras pendek. Saya tidak tahu itu senjata api asli atau tidak. Saya kemudian menandatangani surat sebagai saksi penggerebekan dan penggeledahan. Saya juga melihat ada tiga orang dibawa polisi dari rumah itu dengan kondisi diborgol dan mata tertutup lakban,” lanjutnya.

Lebih lanjut Supar mengungkapkan penghuni rumah tersebut mengontrak sejak tiga hingga empat bulan lalu. Selama ini penghuni rumah sangat tertutup pada masyarakat sekitar dan belum menyerahkan identitasnya kepada perangkat RT dan pejabat desa setempat.

Dari pantauan di lokasi kejadian, tampak garis polisi masih mengelilingi rumah tersebut. Papan berwarna biru bertuliskan "Bengkel Las" terpasang di depan rumah. Sebuah mobil bak terbuka terparkir di teras rumah. Lima orang polisi dan sejumlah TNI berseragam dan bersenjata menjaga ketat rumah ini.

Belum ada keterangan resmi dari kepolisian terkait penangkapan dan hasil penggerebekan tersebut.
XS
SM
MD
LG