Tautan-tautan Akses

Jadi Rujukan, PMI Solo Dikunjungi Badan Penanggulangan Bencana ASEAN

  • Yudha Satriawan

Rombongan badan-badan penanggulangan bencana se-ASEAN berkunjung ke Griya PMI Solo (30/4). (VOA/Yudha Satriawan)

Rombongan badan-badan penanggulangan bencana se-ASEAN berkunjung ke Griya PMI Solo (30/4). (VOA/Yudha Satriawan)

PMI Solo memiliki keistimewaan karena mampu mengelola griya untuk lansia yang terlantar dan rehabilitasi mental sosial untuk pasien sakit jiwa.

Sekitar dua puluh orang orang berseragam warna merah berlogo ASEAN mendatangi Griya Palang Merah Indonesia (PMI) Solo, Kamis pagi (30/4), untuk melihat bagaimana sekitar 50 pasien perempuan sakit jiwa yang dirawat PMI Solo sedang membuat kerajinan tangan dari limbah kertas koran.

Kemudian rombongan tersebut beralih ke ruangan lain yang berisi 60-an pasien pria sakit jiwa. Mereka membaur dan berinteraksi dengan para pasien tersebut.

Juru bicara rombongan, Saroj Srisai mengatakan, kunjungan ke Indonesia, termasuk di Solo bertujuan untuk mengetahui secara langsung penerapan berbagai program PMI, terutama di daerah. Menurut Saroj, PMI Solo memiliki keistimewaan karena mampu mengelola griya untuk lansia yang terlantar dan rehabilitasi mental sosial untuk pasien sakit jiwa.

"Kedatangan kami ke Solo ini untuk melihat secara langsung kegiatan PMI yang berkaitan dengan masyarakat, bagaimana pelayanan, kesehatan, penanggulangan bencana, dan dampak sosialnya. Jadi kami berkeliling dari Semarang, sekarang di Solo, nanti kami ke masyarakat Gunung Merapi di Yogya, dan akan dilanjutkan sampai ke Padang dan Aceh. Kami berharap bisa lebih banyak mengerti tentang penerapan program PMI dan bagaimana bekerjasama dengan masyarakat dan pemerintah secara lokal, nasional, hingga internasional," ujarnya.

Juru bicara Palang Merah Indonesia, Arifin Muhadi mengatakan, PMI Solo lebih maju dalam teknologi maupun manajeman dibanding PMI berbagai daerah di Indonesia.

"Kita pilih PMI Solo karena salah satu PMI di kabupaten/kota yang potensial dan sangat kuat, lebih maju programnya. Ada beberapa kegiatan kreatif di sini yang tidak ada di PMI daerah lain. Mereka bisa belajar dari PMI Solo," ujarnya.

"Salah satunya tentang pembuatan tempat dan pengelolaan rehabilitasi bagi orang sakit jiwa dan lansia yang terlantar. Selama ini kan hanya dilakukan di rumah sakit jiwa, ternyata PMI Solo bisa menunjukkan (sebagai) organisasi kemanusiaan sudah mampu untuk merawat dan mengobati orang yang selama ini termaginalkan, hidup di jalanan, terlantar, kadang dipasung keluarganya. Di PMI Solo ini mereka diberdayakan dan dimanusiakan, dipulihkan untuk kembali ke masyarakat dengan disertai kemampuan kerja."

Juru bicara PMI Solo, Sumartono Hadinoto mengatakan, Griya PMI Solo saat ini menangani sekitar 76 pasien laki-laki dan 40 pasien perempuan. Sejak tahun 2012 hampir 360-an pasien sakit jiwa dipulihkan di Griya PMI Solo ini dan dikembalikan ke keluarganya.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG