Tautan-tautan Akses

Perusahaan Indonesia Raih Penghargaan Bergengsi di Silicon Valley


Aplikasi 'Flying Farm' ciptaan AR&Co meraih penghargaan Auggie tahun 2016 (foto: courtesy).

Aplikasi 'Flying Farm' ciptaan AR&Co meraih penghargaan Auggie tahun 2016 (foto: courtesy).

Kalau dalam dunia film ada penghargaan Oscar, dalam musik ada Grammy, maka dalam bidang Augmented Reality penghargaan paling bergengsi adalah Auggie. Dan selama dua tahun berturut-turut, penghargaan yang dianugerahkan di Silicon Valley, AS tersebut dimenangkan karya anak bangsa.

Lewat aplikasi mobile bernama Flying Farm pengguna diajak masuk ke peternakan virtual dan berinteraksi dengan maskot sebuah merek susu terkenal.

Aplikasi yang dirilis di Vietnam tahun ini diciptakan oleh AR&Co, perusahaan Indonesia yang bergerak dalam bidang Augmented Reality. Lewat aplikasi yang ditujukan bagi anak-anak itu, AR&Co mendapat penghargaa Auggie kategori Kampanye Terbaik pada acara Augmented World Expo di Silicon Valley, AS bulan Juni.

AWE adalah acara tahunan yang didedikasikan bagi Augmented Reality, Virtual Reality dan Wearable Technology yang diikuti lebih dari 4,000 orang dari seluruh dunia.

Berbicara kepada VOA di Jakarta bulan Agustus, Direktur AR&Co Krisni Lee mengatakan ini merupakan penghargaan Auggie kedua bagi perusahaan itu.

“Ini adalah sebuah anugerah. Tahun lalu tidak disangka kami menang penghargaan di Silicon Valley, tahun ini menang lagi untuk kategori yang sama Best AR Campaign,” kata Krisni Lee.

Tahun 2015, perusahaan yang dimotori anak-anak muda itu mendapat penghargaan yang sama lewat aplikasi yang dirilis di Nigeria. Mereka diminta oleh tim kampanye kandidat presiden Nigeria ketika itu, Muhammadu Buhari, untuk mengembangkan perangkat yang bisa menarik pemilih milenial.

Aplikasi 'Next for Nigeria' ciptaan AR&Co meraih penghargaan Auggie tahun 2015 (foto: courtesy).

Aplikasi 'Next for Nigeria' ciptaan AR&Co meraih penghargaan Auggie tahun 2015 (foto: courtesy).

Hasilnya adalah aplikasi mobile ‘Next for Nigeria’ di mana pengguna bisa ‘selfie’ dengan kandidat yang ketika itu berusia 72 tahun. Buhari menang dalam pemilu dan dilantik sebagai presiden pada bulan Mei 2015.

Augmented Reality adalah teknologi yang memungkinkan karakter virtual masuk ke dalam dunia nyata – seperti Pokemon Go. Krisni mengatakan sejak permainan populer itu muncul, bisnisnya jadi kebanjiran pesanan dari seluruh dunia.

“Pokemon Go memang gaungnya luas karena karakternya dekat dan dikenal semua pihak, sehingga mempermudah kita menjelaskan tentang teknologi AR itu seperti apa dan sedikit banyak orang mulai me-request sesuatu yang mirip Pokemon Go,” tambah Krisni.

Sejak didirikan tahun 2009, bisnis yang berpusat di Jakarta ini telah memiliki cabang di Singapura, New York, Silicon Valley, Barcelona dan Malta.

Direktur Kreatif AR&Co Roger Fatah memprediksi Augmented Reality akan menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari di masa depan.

“Telepon tidak lagi lewat handphone, bisa langsung berkomunikasi secara hologram. Untuk memperbaiki mobil, tidak perlu lagi minta bantuan montir, bisa pakai kacamata AR untuk mendeteksi kerusakan dan cara memperbaikinya. Dan saat olahraga mungkin bisa lari bersama artis,” papar Roger Fatah.

Roger menambahkan teknologi AR terus berkembang pesat dan perkembangannya tanpa batas. [vm/jm]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG