Tautan-tautan Akses

Peluncuran Pokemon Go di Asia Picu Perubahan Gaya Hidup, Ledakan Bisnis


Para penumpang main "Pokemon Go" dalam bus di Hong Kong, China (12/8).

Para penumpang main "Pokemon Go" dalam bus di Hong Kong, China (12/8).

Para peritel mendapat untung karena lebih banyak pemain mencari alat untuk meningkatkan koneksi seluler dan meminimalisir pengeluaran paket data.

Para penggemar permainan ponsel Pokemon Go di Asia mencari penyedia layanan telekomunikasi dan peralatan jaringan terbaik untuk mengatasi kendala akibat sinyal jaringan yang terputus-putus dalam kompetisi menangkap karakter-karakter kartun virtual itu.

Dari Indonesia sampai Hong Kong dan Kamboja, popularitas tinggi dari aplikasi realitas gabungan keluaran Nintendo itu juga mendorong perubahan-perubahan gaya hidup bagi banyak pemain, yang harus susah payah berkeliaran mencari lokasi perburuannya.

Permainan itu diluncurkan di banyak negara Asia Tenggara pada 5 Agustus, sebulan setelah Amerika Serikat, Selandia Baru dan Australia, namun para pemain menemukan mereka harus terlebih dahulu mengatasi masalah sinyal transmisi yang lemah.

Di Jawa Tengah, Muchamad Syaifudin, pegawai bank berusia 29 tahun, mengatakan ia telah beralih ke penyedia layanan seluler yang menawarkan paket data yang lebih baik, sementara teman-temannya membeli modem, dengan harga Rp 260 ribu, untuk mengunci sinyal.

"Kita bisa membawa modem untuk bermain, terutama di tempat-tempat di mana sinyalnya sulit ditemukan," ujar Syaifudin kepada Reuters lewat telepon.

Berbekal alat baru, mereka semakin sering keluar rumah untuk menangkap Pokemon di candi atau tempat bersejarah lain di mana orang-orang berkumpul.

Di Hong Kong, para penumpang kereta melompat ke tram untuk mencari Pokemon, sementara di negara-negara seperti Kamboja, Laos dan Vietnam, Departemen Luar Negeri AS menulis peringatan di Twitter agar para pemain berhati-hati dengan ranjau darat yang belum meledak.

Permainan tersebut secara resmi baru diluncurkan dua minggu lalu di Indonesia, namun puluhan ribu orang telah mulai bermain sebelumnya, menggunakan situs-situs 'proxy' untuk mengakses toko aplikasi di negara lain.

Orang-orang bermain "Pokemon Go" di pinggir Danau Hoan Kiem di Hanoi, Vietnam (18/8).

Orang-orang bermain "Pokemon Go" di pinggir Danau Hoan Kiem di Hanoi, Vietnam (18/8).

Para pemain mendorong ledakan bisnis untuk pembuat modem seperti PT Smartfren Telecom Tbk, dengan penjualan modem 4G, masing-masing seharga Rp 300.000, telah melonjak lima kali lipat dalam waktu hanya dua bulan.

Perusahaan itu telah meluncurkan alat-alat baru dengan kapasitas baterai yang lebih besar, menurut Derrick Surya, wakil presiden Smarfren untuk merk dan komunikasi pemasaran.

Para peritel juga mendapat untung karena lebih banyak pemain mencari alat untuk meningkatkan koneksi seluler dan meminimalisir pengeluaran paket data.

"Semakin banyak pelanggan mencari sumber alternatif untuk kapasitas jaringan seluler tambahan," ujar Billy Cahya, pegawai di sebuah toko elektronik di Jakarta.

Yang juga melonjak adalah permintaan akan inovasi permainan, mulai dari karakter baru sampai tingkat permainan maksimal yang dapat dicapai pemain, ujar Syaifudin.

"Mencari Pokemon, mencari barang, bertarung... Kita telah melakukannya berulang-ulang," ujarnya, mengacu kepada situs-situs permainan dimana para pemain mengadakan kontes antara karakter virtual. "Mungkin perlu ada konsep baru untuk membuat kita tetap tertarik."

Para pemain lain mengeluh di daerah-daerah mereka hanya ada sedikit Pokestop, atau tempat penimbunan peralatan yang diperlukan untuk menangkap Pokemon.

"Ada lebih sedikit Pokestop di Legazpi City dibandingkan di daerah-daerah metropolitan," ujar Rey Anthony Ostria dari kota di Filipina yang berjarak sekitar 340 kilometer dari Manila. "Di kota-kota yang telah saya kunjungi, malah hampir tidak ada." [hd]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG