Tautan-tautan Akses

Persediaan Vaksin Kolera Dunia Berlipat


Bayi Sudan yang terkena kolera sedang diberikan obat oleh petugas medis di Juba Teaching Hospital di Juba, 27 Mei 2014.
Bayi Sudan yang terkena kolera sedang diberikan obat oleh petugas medis di Juba Teaching Hospital di Juba, 27 Mei 2014.

Badan Kesehatan Dunia, WHO melaporkan, lebih banyak vaksin kolera yang menyelamatkan jiwa, akan segera tersedia untuk menolong negara-negara yang berjuang mengatasi wabah penyakit yang mematikan itu.

Dua produsen kini memproduksi tiga juta dosis vaksin kolera. Organisasi Kesehatan Dunia, WHO mengatakan, pasokan vaksin dunia akan dilipat-gandakan tahun ini setelah WHO memberi persetujuannya bagi perusahaan ketiga membuat vaksin itu.

Produsen itu sebuah perusahaan Korea Selatan yang bernama EuBiologics, adalah produsen vaksin kolera terbaru yang cara pengobatannya diberikan melalui mulut, dan persetujuan diberikan berdasarkan program pra-kualifikasi WHO, yang menjamin mutu, keselamatan dan kemanjuran produk.

Seorang pakar di Divisi Vaksin Darurat dan Persediaan dari WHO, Dr. Stephen Martin, menyebutnya kabar baik. Ia mengatakan, pelipatgandaan persediaan vaksin kolerayang diberikan melalui mulut menjadi 6 juta dosis akan membantu mengatasi kekurangan vaksin yang kronis.

Dia mengatakan tahun lalu, WHO menghadapi lebih banyak permintaan dibandingkan kapasitas yang dimilikinya. Akibatnya, katanya, badan dunia itu terpaksa menolak permintaan vaksin dari Sudan dan Haiti.

"Kami menggunakan sebagian besar vaksin itu untuk wabah dalam krisis kemanusiaan. Namun, produsen tambahan ini akan memungkinkan kami untuk melangkah lebih jauh danmulai menggunakan vaksin dalam situasi yang endemik, yang bisa diramal.Berulang kali, di banyak negara, kita menyaksikan pada musim hujan, kasus kolera meningkat," ujar Martin.

Kolera adalah penyakit diare akut yang bisa mengakibatkan kematian dalam beberapa jam jika tidak diobati. Secara global, sekitar 1,5 milyar orang beresiko mengidap kolera. WHO melaporkan kasus kolera mencapai 4,3 juta per tahun, dengan jumlah angka kematian sebanyak 142.000. Penyakit ini mewabah di lebih dari 50 negara.

Martin mengatakan, kampanye vaksinasi kolera dijadwalkan dimulai di Haiti pada akhir bulan. Sayangnya, ia menambahkan, kampanye akan dikurangi karena WHO hanya akan mampu memasok 240.000 dosis dari 800.000 yang diminta oleh pemerintah.

Dia mengatakan, WHO berharap makin banyak produsen yang akan bersedia memproduksi vaksin. Ia mencatat, peningkatan produksi akan mengakibatkan turunnya harga. Dia memperkirakan harga yang sekarang ini, satu dolar 85 sen per dosis, akan turun menjadi satu dolar 45 sen per dosis.

Dia menambahkan, permintaan vaksin akan sangat tinggi di Afrika tahun ini. Katanya perubahan iklim dan fenomena cuaca El Nino ikut menjadi penyebab perebakan kolera dan ini merupakan penyebab wabah baru di Tanzania, Malawi, dan Kenya baru-baru ini. [ps/jm]

XS
SM
MD
LG