Tautan-tautan Akses

Perdana Menteri Mali Mengundurkan Diri


Perdana Menteri Mali Cheick Modibo Diarra saat menghadiri pertemuan dengan tokoh politik di Bamako Agustus lalu. (Foto: Dok)

Perdana Menteri Mali Cheick Modibo Diarra saat menghadiri pertemuan dengan tokoh politik di Bamako Agustus lalu. (Foto: Dok)

Perdana Menteri Mali, Cheikh Modibo Diarra, mengundurkan diri beberapa jam setelah ia ditangkap tentara ketika bersiap berangkat ke Perancis, Senin (10/12).

Cheikh Modibo Diarra membuat pernyataan yang disiarkan televisi secara nasional Selasa dini hari (11/12) waktu setempat yang mengumumkan pengunduran dirinya bersama seluruh jajaran pemerintahannya demi terciptanya perdamaian di kawasan tersebut.

Seorang wartawan di wilayah itu kepada VOA mengatakan Diarra terlihat emosional saat meminta maaf kepada rakyat Mali dengan mengatakan mereka telah menderita akibat krisis kepemimpinan. Diarra tidak memberi penjelasan mengenai pengunduran dirinya itu.

Menurut jurubicara militer Bakary Mariko, Diarra harus mundur karena ia menghalangi institusi-institusi. Ia juga mengatakan Diarra dan presiden sementara Diouncounda Traore tidak mencapai kesepakatan apapun.

Para pejabat setempat mengatakan tentara yang setia kepada Kapten Amadou Sanogo, pemimpin kudeta Mali awal tahun ini, menangkap perdana menteri Diarra di rumahnya Senin malam (10/12) ketika ia bersiap berangkat ke Perancis. Kantor Berita Perancis, AFP, mengatakan ia berencana melakukan perjalanan ke Paris untuk pemeriksaan kesehatan.

Uni Eropa menyatakan rencana mengirim misi pelatihan militer ke Mali akan dilanjutkan, tetapi mendesak pemerintah Mali agar secepatnya mengangkat perdana menteri baru. Seorang jurubicara kepala urusan luar negeri Uni Eropa Catherine Ashton mengatakan Uni Eropa mencermati perkembangan situasi wilayah itu dengan seksama.

Sekitar 250 personel militer Uni Eropa, diperkirakan akan dikirim ke Mali untuk melatih tentara dan membantu membangun kembali militernya yang lemah. Upaya ini dimaksudkan untuk membantu pemerintah merebut kembali kontrol atas wilayah Utara, yang sekarang dikuasai militan Islamis.

Ketegangan di Mali meningkat beberapa pekan belakangan dalam pemerintah persatuan Mali yang terdiri dari Diarra, presiden, dan Kapten Amadou Sanogo, yang memimpin kudeta di Mali tahun ini.

Agustus lalu, Mali membentuk pemerintah perbagian kekuasaan di bawah kepemimpinan Diarra. Militan Islamis menguasai Mali utara pada April, beberapa hari setelah kudeta yang menggulingkan Presiden Amadou Toumani Toure. Mantan perdana menteri itu kini dikenai tahanan rumah di lokasi yang dirahasiakan.
XS
SM
MD
LG