Tautan-tautan Akses

Perancis Perketat Keamanan pasca Serangan di Kereta Api


Pihak berwajib Perancis melakukan investigasi di stasiun Arras, pasca serangan di atas kereta api cepat di Perancis utara (foto: dok).

Pihak berwajib Perancis melakukan investigasi di stasiun Arras, pasca serangan di atas kereta api cepat di Perancis utara (foto: dok).

Penyerang dalam kereta api cepat dari Brussels menuju Paris bulan Agustus lalu membawa beberapa senjata, dan sebenarnya telah diawasi karena terkait ekstrimis Islamis.

Perancis memperketat keamanan jaringan transportasi cepat setelah serangan di sebuah kereta api berkecepatan tinggi yang berhasil digagalkan oleh beberapa warga Amerika.

Langkah yang diumumkan hari Senin (19/10) oleh Menteri Dalam Negeri Perancis Bernard Cazeneuve itu menutup celah keamanan yang rumit dalam pemeriksaan bagasi dan identitas penumpang transportasi.

Penyerang dalam kereta api Thalys bulan Agustus lalu membawa beberapa senjata dan sebenarnya telah diawasi, karena terkait ekstrimis Islamis. Tiga warga Amerika dan seorang warga Inggris berhasil menundukkan penyerang itu ketika ia berupaya melepaskan tembakan dalam kereta api dari Brussels menuju ke Paris itu.

Upaya membuat peraturan baru telah dimulai tahun lalu dan dipercepat setelah serangan di kereta api itu.

‘Setiap hari jutaan warga Perancis dan warga asing menggunakan sarana transportasi umum. Keamanan merupakan factor penting guna memudahkan kehidupan mereka sehari-hari”, ujar Cazeneuve.

Berdasarkan peraturan baru itu, petugas keamanan kereta api yang berpakaian sipil berhak menolak siapa pun yang menolak pemeriksaan bagasi. Polisi bisa memeriksa bagasi kapan pun juga.

Menurut Kementrian Dalam Negeri Perancis, peraturan itu juga mencakup penumpasan penipuan yang telah merugikan jaringan angkutan umum 500 juta euro per tahun.

Peraturan baru ini masih harus ditetapkan menjadi undang-undang. [em/ii]

XS
SM
MD
LG