Tautan-tautan Akses

Para Penyelam Periksa Badan Pesawat AirAsia


Para penyelam Angkatan Laut Indonesia saat bersiap melangsungkan misi mereka di Laut Jawa.

Para penyelam Angkatan Laut Indonesia saat bersiap melangsungkan misi mereka di Laut Jawa.

Sedikitnya 15 penyelam turun ke dasar laut pada kedalaman 28 meter untuk memeriksa puing-puing tersebut, mengukur beratnya dan mencari mayat-mayat di dalamnya.

Anggota-anggota angkatan laut Indonesia menyelam ke laut Kamis (15/1) untuk memeriksa potongan besar badan pesawat AirAsia, mencari mayat-mayat yang diyakini masih terperangkap di dalam, menurut pejabat Badan SAR Nasional.

Sehari sebelumnya, sebuah kapal angkatan laut Singapura telah melihat bagian sepanjang 30 meter dari badan pesawat dengan satu sayap masih melekat di dasar Laut Jawa. Para penyelamat yakin sebagian besar dari jenazah 162 penumpang pesawat itu masih ada di dalamnya.

Sejauh ini, hanya 50 jenazah yang ditemukan sejak pesawat itu jatuh pada 28 Desember saat terbang dari Surabaya ke Singapura.

Sedikitnya 15 penyelam turun ke dasar laut pada kedalaman 28 meter Rabu pagi untuk memeriksa puing-puing tersebut, mengukur beratnya dan mencari mayat-mayat di dalamnya, menurut Suryadi Bambang Supriyadi, direktur Basarnas.

Ia mengatakan kelihatannya beberapa bagian badan pesawat itu telah ditutupi lumpur.

Sembilan pesawat dan 12 kapal terlibat dalam operasi pencarian Kamis, termasuk dua kapal AS, satu kapal Singapura dan satu kapal China.

Badan pesawat itu ditemukan sekitar 3 kilometer dari lokasi diangkatnya ekor pesawat dari dalam Laut Jawa akhir pekan lalu.

Jika mayat-mayat ditemukan dalam badan pesawat, para penyelam akan harus menentukan apakah seluruh puing-puing dapat diangkat menggunakan balon-balon besar ataukah mayat-mayat itu harus diambil secara terpisah.

"Kami akan menunggu hasil kalkulasi dari para penyelam mengenai mana yang lebih cepat. Jika lebih cepat untuk mengangkat jenazah, kami akan mengangkatnya satu per satu," ujar Suryadi.

Mayat yang diangkat akan diterbangkan ke kantor polisi Jawa Timur di Surabaya untuk diidentifikasi.

XS
SM
MD
LG