Tautan-tautan Akses

Pengesahan RUU Subsidi Kacang Chik-Pea AS Berpotensi Picu Perang Dagang Internasional


Hummus, olesan makanan asal Timur Tengah yang terbuat dari kacang chick-peas, kian mendapat tempat baru pada menu makanan warga Amerika. Melindungi pasokan bahan-bahan pelengkap roti sandwich yang berlimpah dan murah - dan pasokan makanan lain - telah menjadi landasan kebijakan Amerika selama puluhan tahun (Foto: dok).

Hummus, olesan makanan asal Timur Tengah yang terbuat dari kacang chick-peas, kian mendapat tempat baru pada menu makanan warga Amerika. Melindungi pasokan bahan-bahan pelengkap roti sandwich yang berlimpah dan murah - dan pasokan makanan lain - telah menjadi landasan kebijakan Amerika selama puluhan tahun (Foto: dok).

Kacang chick-pea bisa memicu perang dagang internasional jika rancangan undang-undang yang kini tertunda di Kongres Amerika nantinya disahkan menjadi undang-undang.

Usul subsidi yang dirancang guna mendukung petani kacang dan petani lain Amerika kemungkinan melanggar aturan perdagangan dunia. Dalam situasi demikian, petani kacang chick-pea sendiri tidak menginginkan subsidi. Tetapi, subsidi adalah bagian dari paket yang diusulkan di DPR Amerika guna membantu petani padi dan kacang tanah.

Dalam Kongres Amerika sedang terjadi pertempuran roti lapis atau sandwich. Masalahnya adalah bentuk program jaring pengaman sosial bagi petani Amerika.

Pada satu pihak: selai mentega kacang, olesan favorit untuk sandwich anak-anak Amerika. Pada pihak lain: hummus, olesan makanan asal Timur Tengah, dibuat dari kacang chick-pea.

"Hummus benar-benar menjadi salah satu makanan ringan yang paling cepat berkembang di Amerika," ujar Tim McGreevy yang mengelola kelompok lobi pertanian 'USA Dry Pea and Lentil Council'. Menurut McGreevy, hummus mendapat tempat baru pada menu makanan warga Amerika. "Hummus semula dikenal sebagai saus dan kini berubah menjadi olesan makanan. Orang mengoleskannya pada roti sandwich dan roti pita," ujarnya lagi.

Melindungi pasokan bahan-bahan pelengkap roti sandwich yang berlimpah dan murah - dan pasokan makanan lain - telah menjadi landasan kebijakan Amerika selama puluhan tahun.

Guna melindungi petani yang memelihara tanaman, pemerintah membayar mereka sekitar lima miliar dolar per tahun berupa subsidi untuk membantu mengatasi masalah terkait cuaca dan pasar.

Belakangan ini, pasar banyak hasil pertanian meningkat. Beberapa hampir mencapai rekor tertinggi.

Namun, anggota DPR di Washington, mencari cara untuk memangkas pengeluaran, kata ekonom Stanley Fletcher, ketua Pusat Nasional Daya Saing Kacang Tanah, “National Center for Peanut Competitiveness” Universitas Georgia.

Jadi, pembayaran itu hampir pasti berakhir ketika anggota DPR menulis undang-undang baru pertanian.

Fletcher mengatakan, DPR mengusulkan penggantian subsidi yang ada sekarang dengan sistem lain di mana, jika harga komoditas jatuh dibawah titik tertentu, pemerintah akan membayar petani guna menutupi sebagian besar kerugian.

Petani kacang dan padi di negara-negara bagian selatan di Amerika mendukung usul itu. Pembayaran itu juga akan menutupi tanaman lain, mulai dari jagung dan kedelai hingga kacang chick-pea.

Tetapi petani kacang chick-pea tidak menyukai usul itu.

Kim Murray, pimpinan petani “USA Dry Pea and Lentil Council” mengatakan, usul DPR mendorong petani untuk menanam tanaman apa saja yang akan mendapat bayaran paling besar dari pemerintah, bukan tanaman tuntutan pasar.

Menurut Murray, itu bukan cara yang baik untuk bertani. Ia menambahkan, praktek seperti itu ilegal.

Organisasi Perdagangan Sedunia (WTO) menengahi sengketa perdagangan internasional. Amerika sudah bermasalah dengan badan dunia itu mengenai subsidi pertanian.

Rancangan Undang-Undang baru pertanian itu seharusnya mengatasi masalah WTO itu.

Bulan Juni, Senat menyetujui RUU yang tidak mencakup bantuan pembayaran. Tetapi ekonom pada Universitas Negeri Montana, Vince Smith, mengatakan itu tidak jauh lebih baik daripada versi DPR.

Petani kacang chick-pea tetap lebih memilih RUU yang diusulkan Senat. Begitu juga petani jagung dan kedelai. Petani kacang tanah dan padi mendukung RUU versi DPR.

Tetapi untuk sekarang ini, seperti halnya begitu banyak masalah lain dalam Kongres Amerika, pergulatan antara hummus dan selai mentega kacang menghadapi jalan buntu.
XS
SM
MD
LG