Tautan-tautan Akses

Pengamat: Jika Penuhi Janji, Jokowi-Jk Tak Perlu Khawatirkan KMP

  • Nurhadi Sucahyo

Jokowi dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sebuah pertemuan di Istana Presiden, Jakarta, 20/7/2014.

Jokowi dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sebuah pertemuan di Istana Presiden, Jakarta, 20/7/2014.

Koalisi Merah Putih (KMP) diprediksi akan merebut seluruh posisi penting di parlemen, baik pusat maupun daerah dan berisiko menjegal kebijakan presiden terpilih. Namun pengamat mengatakan Jokowi-JK tidak usah khawatir, karena jika Jokowi-JK memenuhi janji kampanye mereka, rakyat akan mendukungnya.

Tidak hanya di tingkat nasional, unjuk kekuatan KMP, yaitu gabungan partai pendukung Prabowo dalam pemilihan presiden lalu, juga sudah terlihat di daerah. Di sejumlah kabupaten di Yogyakarta, koalisi ini menduduki semua posisi penting di alat kelengkapan dewan, seperti komisi dan badan. Dengan mekanisme pemungutan suara atau voting, Koalisi Merah Putih yang total anggotanya lebih banyak, selalu menang telak.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DIY, Eko Suwanto menyebut strategi ini sebagai politik bumi hangus. Langkah tersebut menurutnya tidak mengedepankan musyawarah, dan bertentangan dengan prinsip kebersamaan dalam membangun daerah.

“FPDIP berupaya untuk melaksanakan Pancasila khususnya dalam mengedepankan musyawarah mufakat di dalam proses berdemokrasi di dalam DPRD DIY. Semangat ini tentu saja sama dengan semangat masyarakat yang di dalam masyarakat kita tidak mengenal politik bumi hangus, ini budaya politik buruk yang terjadi dan ini pasti akan dikritisi oleh masyarakat dan bertentangan dengan suasana batin masyarakat sendiri,” kata Eko Suwanto.

Jika strategi bumi hangus berlanjut, bisa jadi di seluruh DIY partai-partai pendukung Presiden terpilih Jokowi-JK tidak akan memperoleh jabatan dalam alat kelengkapan dewan. Kondisi ini juga akan terjadi di tingkat pusat, karena komposisi jumlah suara hampir seragam. Karena itu, bisa dipastikan dalam pemilihan ketua dan wakil ketua komisi dan badan di bawah DPR RI, Koalisi Merah Putih akan mendominasi.

Namun, menurut pengamat politik dari Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Prof Dr. Tahir Kasnawi, Jokowi-JK tidak perlu mengkhawatirkan kondisi tersebut. Bagaimanapun, keduanya adalah presiden dan wakil presiden terpilih, yang memperoleh dukungan lebih besar dalam Pemilu lalu. Dia yakin, rakyat akan mendukung Jokowi-JK ketika berhadapan dengan parlemen.

"Modal sosial dan politik Jokowi-JK itu sangat kuat dan itu tidak udah digoyahkan. Dia pilihan rakyat, sudah di bawah ke Mahkamah Konstitusi. Sudah melewati segala macam ujian, dan sudah final. Jadi menurut saya Jokowi-JK harus konsisten dan konsekuen dengan berbagai macam gagasan, ide dan rencana-rencana yang dia kemukakan dalam proses pencalonan,” kata Prof Dr. Tahir Kasnawi.

Ditambahkan Tahir, mungkin memang diperlukan koalisi yang lebih luas, dengan menggandeng partai-partai anggota Koalisi Merah Putih. Namun, langkah itu belum tentu efektif, karena bisa jadi partai-partai itu sudah nyaman dengan koalisi mereka saat ini. Satu hal yang pasti harus dilakukan Jokowi-JK adalah konsisten dengan janji-janji yang sudah disampaikan kepada rakyat, agar jika parlemen menekan Jokowi-JK, rakyat bersedia membelanya.

"Selama dia pegang janjinya itu, saya kira rakyat akan di belakang dia, akan bersama dia. Dan pihak oposisi yang di parlemen tidak akan berani juga asal mengkritik dan sebagainya, sepanjang Jokowi-JK konsisten. Persoalannya bagaimana Jokowi-JK tidak mudah terpengaruh dengan orang-orang di sekitarnya yang barangkali punya kepentingan tersendiri, kata Tahir Kasnawi.

KMP pendukung Prabowo di parlemen selalu menang dalam voting, baik itu untuk DPR periode lama maupun baru. Koalisi Indonesia Hebat (KIH) yang berada di belakang Jokowi-JK, kalah dalam pengesahan UU Pilkada, UU MD3, pemilihan Ketua DPR dan pemilihan Ketua MPR.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG