Tautan-tautan Akses

Pemkot Surabaya Minta Kementerian PU Bangun Pintu Air untuk Atasi Krisis Air Minum

  • Petrus Riski

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bersama Walikota Surabaya meninjau sejumlah proyek pembangunan saluran drainase di kawasan barat Surabaya (Foto: VOA/Petrus)

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bersama Walikota Surabaya meninjau sejumlah proyek pembangunan saluran drainase di kawasan barat Surabaya (Foto: VOA/Petrus)

Pemerintah Kota Surabaya meminta Kemneterian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat membangun pintu air baru di hilir Sungai Surabaya, sebagai upaya mengatasi defisit air baku minum warga kota Surabaya.

Walikota Surabaya Tri Rismaharini merencanakan membangun Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) yang baru di kawasan timur Surabaya, untuk menambah cadangan air baku minum Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) milik Pemerintah Kota Surabaya.

Keberadaan pintu air baru di kawasan hilir sungai Surabaya di bagian timur, diharapkan dapat dibangun oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, agar air sungai Surabaya dan sungai Brantas dapat dimanfaatkan secara optimal untuk warga kota.

“Kalau kita tidak nambah pengolahan air, maka kita akan defisit. Sedangkan air Kali Brantas itu kalau kemarau gini debitnya kecil sekali. Makanya kita coba tutup, kan sekarang ini pintu (air) Wonokromo itu ditutup untuk dua, satu untuk pengolahan air minum di Karang Pilang, satu untuk yang di Ngagel. Nah kita mau tutup lagi, itu yang di hilir, di Wonorejo, dengan harapan yang itu air laut gak bisa masuk, sehingga kita bisa manfaatkan untuk air baku baru,” kata Tri Rismaharini, Walikota Surabaya.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono saat meninjau pintu air Jagir, Selasa (14/7) mengatakan, pembangunan pintu air baru di Surabaya sangat perlu mendapat dukungan, karena kebutuhan air bersih khususnya air baku minum merupakan keperluan yang mendesak.

“Untuk memenuhi air minum Surabaya juga butuh air baku, air bakunya dari sungai, Kali Brantas yang di Jagir, dan ada usulan bikin barrage bendung gerak di hilir pintu (air) Jagir, untuk bisa menampung long storage disitu, bisa dibikin intake untuk air baku PDAM Surabaya,” kata Basuki Hadimuljono.

Selain akan membangun pintu air baru di hilir sungai Surabaya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat juga akan membantu percepatan pembangunan saluran drainase sekaligus jalan diatasnya, untuk mengurangi banjir serta mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan barat Surabaya.

Box culvert yang tadinya dari irigasi Gunungsari yang selalu banjir waktu dulu saya jadi Dirjen SDA, nah ini beliau minta ini tolong diteruskan, nah saya pingin lihat dan ternyata manfaatnya besar, nah mudah-mudahan nanti bisa kita teruskan program ini sampai ke Kali Lamong di (perbatasan) Gresik, walaupun bertahap karena biayanya gak kecil, nanti kita upayakan,” lanjutnya.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG