Tautan-tautan Akses

Pemerintah Akan Periksa Laporan Pajak Perusahaan Internet


Presiden Joko Widodo bersama CEO Facebook Mark Zuckerberg dalam kunjungan ke sebuah pasar di Jakarta. (Foto: Dok)

Presiden Joko Widodo bersama CEO Facebook Mark Zuckerberg dalam kunjungan ke sebuah pasar di Jakarta. (Foto: Dok)

Perusahaan-perusahaan tersebut adalah Yahoo, Twitter, Google dan Facebook, yang masih harus membayar pajak pertambahan nilai.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro hari Rabu (6/4) mengatakan bahwa kantor pajak akan memeriksa laporan keuangan kantor cabang Indonesia dari empat perusahaan berbasis internet, untuk melihat apakah mereka telah membayar kewajiban mereka dengan benar.

Empat perusahaan itu, menurut Bambang, adalah Yahoo, Twitter, Google dan Facebook.

Meski perusahaan-perusahaan tersebut telah membayar pajak penghasilan, mereka masih harus membayar pajak pertambahan nilai yang berlaku untuk pendapatan dari iklan di Indonesia, tambahnya.

Indonesia sedang mengalami kekurangan penghasilan yang besar tahun ini karena tidak bisa lagi bergantung pada pendapatan dari sektor komoditas.

Sebuah keputusan untuk menaikkan ambang batas kewajiban pajak pendapatan individual, diumumkan hari Rabu untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi, mungkin dapat memperburuk kekurangan tersebut.

Dari empat perusahaan tersebut, Yahoo dan Google telah membentuk perusahaan Indonesia. Twitter dan Facebook mengoperasikan cabang kantor Asia Pasifik di Indonesia.

"Penghasilan dari iklan seharusnya menjadi bagian yang dapat dipajak, kami sedang mengkajinya," ujar Bambang, sambil menambahkan bahwa Indonesia menuntut hal yang sama yang dituntut Inggris dari perusahaan-perusahaan tersebut.

"Poinnya adalah kita serius membereskan pajak atas ekonomi digital," tambahnya.

Kementerian Komunikasi dan Informatika telah memberikan estimasi nilai iklan digital di Indonesia, yaitu sekitar US$800 juta tahun lalu. Tapi Kementerian menyebutkan semua itu tidak terkena pajak.

Twitter digunakan secara luas di Indonesia, yang juga merupakan tempat dengan jumlah pengguna Facebook terbesar keempat di dunia.

Roy Simangunsong, direktur bisnis untuk Twitter Indonesia, mengatakan ia tidak dapat berkomenter mengenai pernyataan Bambang, tapi bahwa Twitter "akan memenuhi semua kewajiban sebagai kantor perwakilan di Indonesia."

Seorang eksekutif Google menolak berkomentar sebelum melihat pernyataan Bambang dan kemudian tidak dapat dimintai keterangan.

Pertanyaan yang dikirim lewat email ke Yahoo dan Facebook tidak dijawab. [hd]

XS
SM
MD
LG