Tautan-tautan Akses

Pembicaraan Pakistan-India Terfokus pada Isu Keamanan


Sekjen Kementerian Luar Negeri Pakistan, Jalil Abbas Jilani tiba di bandara New Delhi, India (3/7).

Sekjen Kementerian Luar Negeri Pakistan, Jalil Abbas Jilani tiba di bandara New Delhi, India (3/7).

Menteri Luar Negeri Pakistan berada di India untuk melakukan pembicaraan yang kemungkinan didominasi oleh masalah terorisme dan keamanan.

Kunjungan Sekjen Kementerian Luar Negeri Pakistan, Jalil Abbas Jilani, Jalil Abbas Jilani berlangsung setelah India mengulang tuduhan bahwa Pakistan terlibat dalam serangan teror di pusat perdagangan Mumbai tahun 2008.

Setibanya di New Delhi, Menteri Jilani mengatakan kepada wartawan, Pakistan menjanjikan dukungan bagi India dalam perang melawan terorisme. Ia meminta New Delhi untuk berbagi informasi menyangkut tersangka utama yang menurut pejabat India mengungkapkan bahwa serangan Mumbai 2008 dikoordinasikan di Pakistan dengan dukungan pemerintah negara itu.

Pakistan telah membantah terlibat dalam serangan teror paling buruk di India yang menewaskan 166 orang itu. Dalam peristiwa itu, sepuluh orang bersenjata menyerang hotel-hotel mewah, sebuah stasiun kereta dan pusat kebudayaan Yahudi di Mumbai. India menuding kelompok militan Lashkar-e-Taiba yang berbasis di Pakistan mendalangi serangan itu.

Ketika menteri luar negeri kedua negara bertemu hari Rabu, New Delhi diperkirakan akan memfokuskan tuduhannya bahwa serangan itu tidak dapat dilangsungkan tanpa dukungan aktor-aktor pemerintah Pakistan.

Pihak berwenang India menangkap tersangka kunci serangan bulan lalu, Para penyidik mengatakan Abu Jindal – yang juga dikenal sebagai Syed Zabiuddin – telah mengungkapkan bahwa ia dan pendiri Lashkar-e-Taiba, Hafiz Saeed, berada di sebuah ruang pengawas di Karachi, Pakistan, ketika serangan itu berlangsung. New Delhi mengatakan Jindal adalah warga negara India yang memiliki paspor Pakistan.

Dalam pembicaraan pekan ini, para pejabat India dan Pakistan juga akan membahas perdagangan, langkah-langkah membangun rasa saling percaya dan wilayah Kashmir yang disengketakan.
XS
SM
MD
LG