Tautan-tautan Akses

Pemberontak Tuduh Pemerintah Sudan Selatan Langgar Gencatan Senjata


Nhail Deng Nhail (kedua dari kiri), ketua tim perunding Sudan Selatan, dan juru runding pemberontak, Taban Deng Gai (kanan), seorang mantan jendral, menandatangani gencatan senjata di Ethiopia, Kamis (23/1/2014).

Nhail Deng Nhail (kedua dari kiri), ketua tim perunding Sudan Selatan, dan juru runding pemberontak, Taban Deng Gai (kanan), seorang mantan jendral, menandatangani gencatan senjata di Ethiopia, Kamis (23/1/2014).

Pasukan pemberontak di Sudan Selatan menuduh pemerintah melanggar gencatan senjata yang ditandatangani kedua belah pihak pada hari Kamis di Ethiopia.

Sebuah pernyataan dari seorang jenderal yang pro-pemberontak Jumat menyebut pasukan Presiden Salva Kiir, bersama dengan kelompok bersenjata dari wilayah Darfur, Sudan, telah menyerang posisi pemberontak di desa Duar yang terletak di negara bagian Kesatuan, Sudan Selatan.

Pernyataan dari Brigadir Jenderal Lul Ruai Koang juga mengatakan pasukan Kiir dan tentara Uganda menyerang posisi pemberontak di selatan Bor, ibukota negara bagian Jonglei.

Belum ada konfirmasi independen mengenai laporan itu. Juru bicara angkatan darat Sudan Selatan, Philip Aguer, lewat Twitter mengatakan bahwa dia “tidak menerima laporan tentang pertempuran” sebelum gencatan senjata itu, yang akan diberlakukan mulai Jumat malam waktu Sudan Selatan.

Delegasi pemerintah dan pemberontak menandatangani perjanjian gencatan senjata Kamis di Addis Ababa setelah perundingan selama tiga minggu yang ditengahi oleh blok regional Afrika Timur, IGAD.

Pada upacara tersebut, para pembicara memperingatkan bahwa kesepakatan itu mungkin sulit untuk dilaksanakan.

Analis Atlantic Council Peter Pham mengatakan kepada VOA bahwa ada pertanyaan tentang apakah pemerintah dan pemberontak memiliki kontrol penuh atas pasukan mereka.

Kepala urusan kemanusiaan PBB Valerie Amos Senin akan memulai perjalanan tiga hari ke Sudan Selatan. PBB mengatakan ia akan bertemu dengan pejabat pemerintah dan kelompok-kelompok bantuan dalam upaya menarik perhatian pada "konsekuensi kemanusiaan" akibat kerusuhan di negara itu.
XS
SM
MD
LG