Tautan-tautan Akses

AS

Pemain NBA Jason Collins Akui Dirinya Gay


Pemain NBA Jason Collins berpose saat masih bermain dalam tim Boston Celtics. (Foto: Dok)

Pemain NBA Jason Collins berpose saat masih bermain dalam tim Boston Celtics. (Foto: Dok)

Pemain NBA Jason Collins menjadi atlet yang masih aktif pertama dalam liga olahraga utama di AS yang berterus terang dengan orientasi seksualnya.

Pemain veteran asosiasi bola basket AS (NBA) Jason Collins mengaku dirinya gay dan menjadi olahragawan pertama yang masih aktif dalam empat liga olahraga profesional terbesar di Amerika yang terbuka dengan orientasi seksualnya itu.

Dalam artikel yang ditulis dari sudut pandang pertama dalam laman majalah Sports Illustrated yang terbit Senin (29/4), Collins memulai dengan: “Saya adalah pemain tengah NBA berusia 34 tahun. Saya berkulit hitam. Dan saya gay.”

Collins telah bermain dalam enam tim dalam 12 musim, terakhir untuk Washington Wizards setelah dipertukarkan di tengah musim dari Boston Celtics. Ia sekarang bebas dari agen dan ingin terus bermain di NBA.

“Saya tidak berencana menjadi atlet pertama dalam olahraga tim Amerika utama yang terbuka dengan orientasi seksual saya. Tapi karena begitulah keadaannya, saya senang memulai percakapan (mengenai hal ini). Saya harap saya bukan anak kecil di ruangan kelas yang mengangkat tangannya dan mengatakan, ‘Saya berbeda,’” tulis Collins.

“Jika sesuai dengan keinginan saya, orang lain sudah melakukannya terlebih dulu. Tapi belum ada sehingga saya mengangkat tangan saya.”

Mengatakan bahwa ia “hidup selama bertahun-tahun dalam kesulitan dan menempuh banyak cara untuk hidup dalam kebohongan,” Collins segera mendapat dukungan untuk pernyataannya itu dari Gedung Putih. Presiden Barack Obama meneleponnya, demikian juga dengan mantan presiden Bill Clinton, NBA, pemain satu tim baik yang masih aktif maupun yang sudah mantan, serta atlet-atlet dari cabang olahraga lain, seperti petenis Martina Navratilova yang merupakan pionir atlet gay.

Bintang Los Angeles Lakers Kobe Bryant menulis di Twitter bahwa ia bangga pada Collins, dengan menulis: “Jangan bebani dirimu dengan kebodohan yang lain,” diikuti dengan kata-kata “semangat” dan “dukungan.”

Collins bukan bintang bola basket besar, namun sepertinya ia akan menjadi terkenal karena sikapnya ini. Ia mengatakan telah mempertimbangkan untuk berterus terang mengenai statusnya bertahun-tahun yang lalu, namun pemboman di Marathon Boston lah yang meyakinkannya untuk tidak menunggu momen yang sempurna untuk berterus terang.

“Hidup bisa berubah secara instan. Mengapa kita tidak menjalaninya dengan jujur?” ujarnya.

Langkah Collins datang di tengah perubahan perilaku terhadap hak kaum gay di Amerika Serikat, ketika jajak-jajak pendapat menunjukkan opini publik dengan cepat bergerak ke arah penerimaan yang lebih besar, meski kelompok sosial yang konservatif masih menolaknya.

Beberapa pihak menolak mendukung Collins. Penulis olahraga Chris Broussard, berbicara dalam stasiun televisi ESPN, mengelompokkan tindakan-tindakan homoseksual dengan perzinahan dan seks di luar nikah, dengan mengatakan bahwa ia yakin hal ituu adalah “perlawanan terbuka terhadap Tuhan.”

Atlet-atlet gay dari empat liga olahraga utama AS – bola basket, sepakbola, hoki dan bisbol – lainnya menunggu sampai pensiun baru terbuka dengan statusnya.

Liga Sepakbola Amerika (NFL) terutama dilihat sebagai olahraga profesional Amerika yang sangat macho, seperti yang diperlihatkan pemain San Francisco 49ers Chris Culliver yang memberitahu wartawan bahwa ia tidak ingin ada pemain satu tim yang gay di ruang ganti.

Ia kemudian menarik komentar tersebut, namun laporan-laporan kemudian muncul pada Februari bahwa tim-tim NFL menanyakan pemain-pemain universitas mengenai seksualitas mereka saat akan direkrut.

Hal ini mendorong jaksa agung negara bagian New York untuk mengirim surat pada NFL dan mendesak liga itu untuk mengambil tindakan dan mengadopsi kebijakan formal antidiskriminasi terhadap orientasi seksual. (AP/Reuters)
XS
SM
MD
LG