Tautan-tautan Akses

Peluncuran Roket SpaceX Ditunda Akibat Cuaca Buruk


Para fotografer memasang kamera jarak jauh untuk mengabadikan peluncuran roket Falcon 9 SpaceX di Complex 40 di Stasiun AU Cape Canaveral diCape Canaveral, Florida, Senin, 13 April 2015.

Para fotografer memasang kamera jarak jauh untuk mengabadikan peluncuran roket Falcon 9 SpaceX di Complex 40 di Stasiun AU Cape Canaveral diCape Canaveral, Florida, Senin, 13 April 2015.

Peluncuran roket tak berawak SpaceX, dan sebuah percobaan inovatif untuk pendaratan di kapal tongkang di laut, ditunda pada hari Senin (13/4) akibat cuaca yang buruk di lokasi peluncuran Florida, menurut para pejabat.

Roket yang membawa pesawat kargo Dragon dijadwalkan berangkat menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional pada hari Senin sore (13/4) dari Stasiun AU Cape Canaveral, yang terletak di selatan Pusat Antariksa Kennedy, NASA.

Awan tebal dan hujan menghambat peluncuran tiga menit sebelum lepas landas. Peluncuran dijadwalkan untuk dilaksanakan pada hari Selasa (14/4) pukul 16:10 waktu setempat.

Setelah memberangkatkan kapsul Dragon, roket tersebut diprogram untuk berputar, menyalakan mesin untuk mengarahkan penerbangan kembali ke bumi dan mengaktifkan kaki untuk mendarat di kapal tongkang yang mangkal sekitar 322 km dari pesisir Jacksonville, Florida.

Dalam konferensi pers sebelum peluncuran yang diadakan pada hari Minggu (12/4), Wakil Presiden SpaceX, Hans Koenigsmann mengatakan kemungkinan pendaratan berjalan dengan sukses sebesar 75 atau 80 persen.

Dalam uji coba pendaratan sebelumnya di bulan Januari, roket tersebut kehabisan cairan hidrolik untuk sirip kemudinya, dan menyebabkan roket tersebut jatuh.

Uji coba kedua pada bulan Februari dibatalkan karena ketinggian laut, tapi roket itu berhasil melalui tahap pendaratan dan melayang secara vertikal di atas laut sebelum jatuh dan hancur.

"Sepertinya cuaca sudah jauh lebih baik. Kami juga melakukan perbaikan pada kapal tanpa awak supaya bisa menjaga posisinya dengan lebih baik," kata Koenigsmann.

Setelah menunjukkan pendaratan laut yang sukses, SpaceX berniat membawa roket tersebut kembali ke landasan pendaratan di lokasi peluncuran agar roket pendorong bisa diperbaiki dan diterbangkan kembali, dan mengurangi biaya peluncuran.

"Ini adalah rencana jangka panjang," kata Koenigsmann.

Tujuan utama penerbangan ini, roket Falcon 9 ke-16, untuk mengantarkan lebih dari 1.950 kg makanan, pakaian, peralatan, termasuk mesin kopi esspresso buatan Italia, dan percobaan sains ke stasiun luar angkasa, laboratorium senilai 100 juta milyar yang terbang sekitar 418 di atas Bumi.

SpaceX adalah salah satu dari dua perusahaan yang direkrut oleh NASA untuk menerbangkan pesawat kargo ke stasiun luar angkasa setelah pesawat ulang alik dipensiunkan. Selain kontrak yang baru-baru ini diperpanjang untuk 15 penerbangan NASA yang bernilai lebih dari 2 milyar dolar, SpaceX sedang membuat kapsul Dragon yang bisa membawa penumpang dan mempunyai belasan kontrak untuk meletakkan satelit komunikasi komersil ke orbit.

Perusahaan tersebut juga sedang membuat roket Falcon versi berat, yang menggunakan 27 mesin, dibandingkan dengan roket Falcon sekarang yang menggunakan sembilan mesin. Falcon Heavy diharapkan untuk menjalani uji coba terbang akhir tahun ini.

XS
SM
MD
LG