Tautan-tautan Akses

Pejabat Uni Eropa Minta Angkatan Laut Eropa Berpatroli di Selat Taiwan


Kapal tunda milik Angkatan Laut Tentara Rakyat China (PLA) berlayar di Selat Taiwan melewati para turis yang mengunjungi Pulau Pingtan di Provinsi Fujian, yang paling dekat dengan Taiwan, 7 April 2023. (Foto: Greg Baker/AFP)
Kapal tunda milik Angkatan Laut Tentara Rakyat China (PLA) berlayar di Selat Taiwan melewati para turis yang mengunjungi Pulau Pingtan di Provinsi Fujian, yang paling dekat dengan Taiwan, 7 April 2023. (Foto: Greg Baker/AFP)

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell menyerukan Angkatan Laut negara-negara Eropa untuk berpatroli di Selat Taiwan yang disengketakan. Borrell merilis pernyataannya dalam opini yang diterbitkan koran mingguan Prancis pada Minggu (23/4).

Dilansir oleh kantor berita AFP, komentar Borrell yang dimuat di Journal Du Dimanche mengulang komentar yang dilontarkan pekan lalu saat dia menekankan pentingnya Taiwan bagi Eropa.

Taiwan “penting bagi kami secara ekonomi, komersial, dan teknologi,” kata Borrell.

“Karena itu saya menyerukan Angkatan Laut Eropa untuk berpatroli di Selat Taiwan untuk menunjukkan komitmen Eropa terhadap kebebasan bernavigasi di wilayah yang sangat penting ini.”

Dua minggu lalu, China melaksanakan latihan militer selama tiga hari di sekitar wilayah Taiwan. Dalam latihan itu, pasukan China melakukan simulasi serangan dan memblokade sebuah pulau. Latihan militer itu untuk merespons pertemuan antara Presiden Taiwan Tsai Ing-wen dan Ketua DPR AS Kevin McCarthy.

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell memberi keterangan pers kepada awak media di Brussels, Belgia, 4 April 2023. (Foto: Olivier Matthys/Pool via Reuters)
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell memberi keterangan pers kepada awak media di Brussels, Belgia, 4 April 2023. (Foto: Olivier Matthys/Pool via Reuters)

Dalam pidato pembukaan pembahasan mengenai China di Parlemen Eropa, Selasa (18/4), Borrell mengatakan: “Taiwan jelas bagian dari perimeter geostrategis kita untuk menjamin perdamaian.”

“Bukan hanya karena alasan moral bahwa aksi terhadap Taiwan harus ditolak. Alasan lainnya karen dalam hal ekonomi, hal ini serius bagi kita karena Taiwan punya peran strategis dalam produksi sejumlah semikonduktor yang paling canggih,” imbuh Borrell.

Komentar Borrell muncul setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron pada awal bulan ini mengatakan bahwa Eropa seharusnya tidak menjadi “pengikut” Amerika Serikat dalam konflik dengan China atas Taiwan.

Komentar Macron itu, yang disampaikan setelah kunjungan ke China, menuai kritikan dari sejumlah politisi, baik dari AS dan di kalangan Uni Eropa.

China mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya dan bertekad akan menguasai pulau itu suatu hari nanti. [ft]

Forum

Recommended

XS
SM
MD
LG