Tautan-tautan Akses

PBB, Uni Eropa Kecam Penangkapan Tokoh Syiah di Bahrain


Para pemimpin oposisi (dari kiri) Mahmood al-Rajab, Radhi Mohsen al-Mosawi dan Sheikh Ali Salman berbicara dalam sebuah jumpa pers di Umm Al Hassam, Bahrain, 15/2/2012.

Para pemimpin oposisi (dari kiri) Mahmood al-Rajab, Radhi Mohsen al-Mosawi dan Sheikh Ali Salman berbicara dalam sebuah jumpa pers di Umm Al Hassam, Bahrain, 15/2/2012.

Kepala badan HAM PBB hari Selasa meminta pemerintah Bahrain agar segera membebaskan pemimpin kelompok oposisi Syiah di negara itu, dan Uni Eropa mengingatkan penangkapan itu dapat semakin mengacaukan situasi politik yang sudah rapuh.

Penangkapan Sheikh Ali Salman hari Minggu diperkirakan akan kian memperdalam sengketa politik antara penduduk Syiah yang mayoritas di negara Arab itu dengan pemerintah kerajaan pimpinan Sunni.

Jaksa hari Selasa mengatakan Salman akan berada dalam tahanan selama tujuh hari lagi sambil menunggu penyelidikan terkait tuduhan bahwa it menyulut kekerasan.

Jaksa Agung Nayef Mahmoud mengatakan mereka menindaklanjuti tuduhan oleh kementerian dalam negeri bahwa Salman menghasut orang agar melanggar hukum, mendorong perubahan politik lewat cara-cara ilegal, menyulut kebencian terhadap sekelompok masyarakat tertentu dan memfitnah sebuah badan pemerintah.

Baik PBB dan Uni Eropa mengatakan satu-satunya cara menyelesaikan krisis saat ini di Bahrain adalah melalui dialog dan rekonsiliasi nasional.

Salman, usia 49 tahun, memimpin kelompok oposisi al-Wefaq. Mereka memboikot pemilu parlemen bulan lalu dan telah bertahun-tahun menuntut reformasi.

Hari Selasa, ratusan demonstran kembali turun ke jalan untuk hari ketiga berturut-turut menuntut pembebasan Salman.

XS
SM
MD
LG