Tautan-tautan Akses

PBB Peringatkan Ancaman ISIS Meningkat di Afghanistan


Nicholas Haysom, utusan khusus PBB untuk Afghanistan, memperingatkan ancaman ISIS di Afghanistan (foto: dok).

Nicholas Haysom, utusan khusus PBB untuk Afghanistan, memperingatkan ancaman ISIS di Afghanistan (foto: dok).

Utusan khusus PBB untuk Afghanistan mengatakan meskipun kelompok ISIS saat ini kehadirannya terbatas terutama di provinsi Nangahar, kehadiran mereka tidak boleh diremehkan.

DK PBB memperpanjang sanksi-sanksi terhadap Taliban selama 18 bulan dalam resolusi hari Senin (21/12) yang memperingatkan meningkatnya kehadiran afiliasi kelompok ekstremis ISIS di Afghanistan.

Nicholas Haysom, utusan khusus PBB untuk Afghanistan mengatakan kepada para wartawan setelah penjelasan singkat DK bahwa situasi keamanan di Afghanistan “sangat menantang” dengan ancaman jelas dari pemberontakan Taliban.

Tapi ia menambahkan meskipun kelompok ISIS saat ini kehadirannya hanya terbatas, terutama di provinsi Nangahar di Afghanistan timur, kehadiran itu tidak boleh diremehkan.

Resolusi itu disahkan dengan suara bulat, dan menekankan pentingnya untuk memastikan bahwa sanksi-sanksi itu ikut menyumbang pada perlawanan terhadap pemberontak Taliban dan pemulihanperdamaian.

Haysom mengatakan kepada DK bahwa pasukan keamanan Afghanistan “mungkin sudah terbebani melampaui kapasitas mereka, tetapi umumnya mereka berhasil mempertahankan wilayah mereka”.

Duta besar Afghanistan untuk PBB, Mahmoud Saikal, mengatakan negaranya berharap resolusi hari Senin dan resolusi PBB lainnya yang menyasar ISIS dan kelompok-kelompok ekstremis lainnya “akan makin mengurangi kegiatan-kegiatan al-Qaida, ISIS dan Taliban. [my/jm]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG