Tautan-tautan Akses

Palestina, Vatikan Berupaya Naikkan Bendera di PBB


Paus Fransiskus disambut Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam kunjungan ke Bethlehem, Tepi Barat, 25 Mei 2014.

Paus Fransiskus disambut Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam kunjungan ke Bethlehem, Tepi Barat, 25 Mei 2014.

Para pendukung gagasan itu berharap Majelis Umum PBB akan menyetujui resolusi mengenai penaikan bendera itu tidak lama sebelum kedatangan Paus.

Dalam tindakan yang kemungkinan akan menimbulkan kemarahan pemerintah Israel, Palestina dan Vatikan sedang berusaha untuk menaikkan bendera mereka di markas besar PBB pada kunjungan Paus Fransiskus bulan depan.

Para pendukung gagasan itu berharap Majelis Umum PBB akan menyetujui resolusi mengenai penaikan bendera itu tidak lama sebelum kedatangan Paus.

Mereka yakin bahwa Amerika Serikat atau sekutu lain Israel tidak akan menghambat rencana itu dan mengambil risiko menyinggung perasaan Vatikan pada kunjungan pertama Fransiskus di Amerika Serikat.

Usul Palestina itu telah diajukan dan rancangan resolusi yang akan diumumkan hari Rabu (26/8) telah dilihat oleh kantor berita Associated Press. Rancangan itu hendak mengizinkan negara-negara peninjau yang bukan anggota, yang hanya ada dua, untuk mengibarkan bendera mereka bersama ke-193 negara anggota.

Amerika Serikat dan Israel menentang pengakuan negara Palestina, dengan alasan bahwa itu akan merongrong usaha untuk merundingkan persetujuan perdamaian. Namun, proses itu telah dalam keadaan macet sejak konflik maut di Gaza setahun yang lalu.

Banyak negara telah menunjukkan dukungan bagi usaha Palestina untuk menjadi negara, termasuk Vatikan.

Bulan Mei, Vatikan dengan resmi mengakui negara Palestina dalam perjanjian bilateral resmi yang pertama. Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan mereka “kecewa.”

Dalam kunjungan Paus tahun 2014 ke Tanah Suci, program resmi Vatikan menyebut Presiden Palestina Mahmoud Abbas sebagai presiden “negara Palestina.”

XS
SM
MD
LG