Tautan-tautan Akses

Pakar Bahasa AS Lestarikan Bahasa yang Hampir Punah dengan Kamus Online

  • Wita Sholhead

Alfred “Bud” Lane (kanan), salah seorang penutur fasih bahasa Siletz yang hampir punah yang digunakan di pantai Oregon, bekerja sama dengan pakar bahasa Gregory Anderson untuk merekam kata-kata bahasa itu dengan peralatan digital modern.

Alfred “Bud” Lane (kanan), salah seorang penutur fasih bahasa Siletz yang hampir punah yang digunakan di pantai Oregon, bekerja sama dengan pakar bahasa Gregory Anderson untuk merekam kata-kata bahasa itu dengan peralatan digital modern.

Sejumlah orang di Amerika yang melestarikan bahasa-bahasa yang terancam punah dengan menggunakan peralatan digital modern.

Anggota suku Siletz di pantai Oregon bangga terhadap bahasa yang menurut mereka "sama tua dengan waktu itu sendiri." Tetapi kini, jumlah penutur fasih bahasa itu bisa dihitung dengan jari sebelah tangan.

Bud Lane, salah seorang di antara mereka, mengatakan, "Pakar bahasa datang ke sini dan melakukan penilaian terhadap masyarakat dan bahasa kami. Mereka menyebutnya, saya tidak akan pernah lupa istilah ini, 'hampir mati'. Artinya, bahasa ini sedang menuju kepunahan."

Dewan suku Siletz bertekad tidak akan membiarkan itu terjadi. Lane menyadari ia membutuhkan bantuan pihak luar untuk menghidupkan kembali bahasa Siletz. Beberapa orang dari National Geographic membantunya merekam 14 ribu kata dan ungkapan dalam bahasa ibunya.

Banyak kata dalam bahasa Siletz menggambarkan makanan dan pembuatan keranjang. Ini menunjukkan betapa bahasa terkait erat dengan budaya.

Dengan teknologi digital, bahasa-bahasa yang hampir punah bisa dilestarikan dalam bentuk "kamus berbicara" online (foto: ilustrasi).

Dengan teknologi digital, bahasa-bahasa yang hampir punah bisa dilestarikan dalam bentuk "kamus berbicara" online (foto: ilustrasi).

Terjemahan kata kini tersedia di internet bersama rencana pelajaran sebagai bagian dari apa yang disebut "kamus berbicara." Situs ini dikelola Swarthmore College di Pennsylvania. Di sana, guru besar linguistik David Harrison juga memasukkan kamus-kamus berbicara bagi tujuh bahasa lain yang terancam punah dari seluruh dunia.

Tetapi, Harrison mengatakan aktivis bahasa kini bisa melanjutkan upaya pelestarian dengan alat-alat digital modern. Alat-alat itu mencakup aplikasi iPhone, video-video YouTube dan halaman-halaman Facebook yang didedikasikan bagi bahasa-bahasa yang terancam punah.

Harrison dan seorang rekan di Oregon memetakan lokasi bahasa-bahasa asli yang terancam punah. Salah satunya adalah Pacific Northwest. Lainnya mencakup cekungan atas Amazon, Siberia, dan Australia utara.

Di Kanada utara, orang-orang Inuit berjuang melestarikan bahasa asli mereka. Strategi mereka termasuk dengan mendapat bantuan Microsoft menerjemahkan piranti lunak sistem operasi Windows dan Windows Office ke dalam Inuktitut.

Pemimpin Proyek Gavin Nesbitt mengatakan kelompok penyusun program harus menemukan kata-kata baru untuk mencakup semua istilah dalam beberapa menu Windows dan dokumen. Tetapi menurutnya, upaya itu sangat berharga.

Itu sebabnya Microsoft juga bekerja sama dengan aktivis bahasa di Selandia Baru, Spanyol dan Wales untuk menerjemahkan tata nama perangkat lunak itu ke dalam bahasa Maori, Basque, Catalan dan Welsh.

Kembali ke Oregon, guru bahasa Siletz Bud Lane memperingatkan teknologi saja tidak mampu menyelamatkan bahasa yang terancam punah.

Lane menunjukkan salah satu sinyal bahwa dalam masyarakatnya sedang terjadi perubahan: para pemuda dalam sukunya saling mengirim SMS dalam bahasa Siletz.

XS
SM
MD
LG