Tautan-tautan Akses

Oposisi Sudan Selatan Bentuk Kelompok Perlawanan


Mantan Wakil Presiden Sudan Selatan Riek Machar saat mengumumkan pencalonan dirinya sebagai Presiden dalam Pemil 2015, melawan Presiden Salva Kiir, di Juba, 26 Juli 2013 (Foto: dok).

Mantan Wakil Presiden Sudan Selatan Riek Machar saat mengumumkan pencalonan dirinya sebagai Presiden dalam Pemil 2015, melawan Presiden Salva Kiir, di Juba, 26 Juli 2013 (Foto: dok).

Mantan wakil presiden Sudan Selatan Riek Machar mengkonfirmasi ia menentang pemerintahan Presiden Salva Kiir dalam program siaran VOA "South Sudan in Focus".

Mantan wakil presiden Sudan Selatan Riek Machar mengatakan telah membentuk kelompok “perlawanan” yang akan menentang pemerintah guna memastikan demokrasi dan tata kelola yang baik di negara yang terkoyak akibat perang itu.

Pemerintah Sudan Selatan menuduh Machar memimpin upaya kudeta yang menyulut bentrokan berminggu-minggu antara tentara yang pro dan anti-pemerintah yang mengakibatkan korban jiwa.

Dalam wawancara telpon dengan program siaran VOA "South Sudan in Focus", Machar mengkonfirmasi ia menentang pemerintahan Presiden Salva Kiir. Machar mengatakan kelompoknya ingin melihat demokrasi, pluralisme, pemilu bebas dan tata kelola yang berlaku di Sudan Selatan.

Ribuan orang diyakini telah tewas dan lebih setengah juta lainnya terpaksa mengungsi dari rumah mereka akibat konflik di Sudan Selatan. Gencatan senjata yang ditandatangani wakil pemerintah dan pemberontak di Ethiopia 10 hari lalu secara umum dituruti meski masing-masing pihak saling tuduh melakukan pelanggaran.

Perundingan lebih lanjut dijadwalkan mulai tanggal 7 Februari.

Machar adalah lawan politik Presiden Kiir, dan berencana ikut bersaing dalam pemilu berikutnya. Presiden Kiir memecat Machar sebagai wakil presiden bulan Juli, sekitar lima bulan sebelum pecah pertempuran.
XS
SM
MD
LG