Tautan-tautan Akses

Pemantau Gencatan Senjata akan Ditempatkan di Sudan Selatan


Utusan Kemanusiaan PBB Valerie Amos datang ke lokasi organisasi bantuan kemanusiaan di Malakal yang dijarah di Sudan Selatan, saat terjadi konflik di wilayah itu (28/1/2014).

Utusan Kemanusiaan PBB Valerie Amos datang ke lokasi organisasi bantuan kemanusiaan di Malakal yang dijarah di Sudan Selatan, saat terjadi konflik di wilayah itu (28/1/2014).

Blok negara-negara Afrika Timur (IGAD) mengirimkan utusan ke Sudan Selatan untuk memantau gencatan senjata yang rapuh antara pemberontak dan pasukan pemerintah.

Negara-negara Afrika Timur telah mengirimkan sejumlah utusan ke Sudan Selatan untuk memantau gencatan senjata yang rapuh antara pemberontak dan pasukan pemerintah.

Blok regional IGAD (Otorita Pengembangan Antar Pemerintah) mengarahkan utusan-utusan khusus untuk mempersiapkan pemantauan di Sudan Selatan dalam waktu 48 jam. Keputusan itu diumumkan Jumat di KTT Uni Afrika di Ethiopia.

Para pemantau itu adalah tim pendahulu dari tim lebih besar yang akan mengawasi gencatan senjata, yang ditengahi oleh IGAD pekan lalu.

Kantor berita Reuters melaporkan seorang utusan Inggris dalam perundingan hari Jumat mengatakan para pemantau akan terfokus pada empat kota yang telah menjadi pusat pertempuran sengit - Bor, Bentui, Malakal dan ibu kota Sudan Selatan, Juba.

Hari Minggu, kepala pasukan penjaga perdamaian PBB Herve Ladsous melawat ke Sudan Selatan dimana dia akan membahas penerapan rencana gencatan senjata dengan para pejabat pemerintah senior.

Dia juga akan bertemu dengan staf PBB mengenai bantuan kemanusiaan di negara itu. Para penjaga perdamaian di Sudan Selatan melindungi lebih dari 85,000 warga sipil yang kehilangan tempat tinggal, sekitar separuh diantaranya di ibukota, Juba.

Lebih dari 500,000 orang telah kehilangan tempat tinggal sejak sengketa di dalam partai SPLM yang berkuasa bergulir menjadi kekerasan bulan lalu.
XS
SM
MD
LG