Tautan-tautan Akses

OECD Perkirakan Pemulihan Global yang Tidak Merata


Sekjen OECD, Angel Gurria mengatakan nasib perekonomian regional sangat berbeda-beda di seluruh pelosok dunia (foto: dok).

Sekjen OECD, Angel Gurria mengatakan nasib perekonomian regional sangat berbeda-beda di seluruh pelosok dunia (foto: dok).

Laporan baru Organisasi Kerjasama Perekonomian dan Pembangunan (OECD) mengatakan ekonomi dunia akan membuat “pemulihan tersendat-sendat dan tidak merata” dalam dua tahun mendatang.

Organisasi Kerjasama Perekonomian dan Pembangunan (OECD) berbasis di Paris dan mewakili 34 ekonomi terbesar di dunia hari Selasa memperkirakan ekonomi global akan meningkat 3,4 persen pada tahun 2013. Ini berarti naik dari 2,9 persen tahun ini, tetapi turun dari proyeksi OECD bulan Mei bagi pertumbuhan 4.2 persen tahun depan.

Sekjen OECD Angel Gurria mengatakan nasib perekonomian regional sangat berbeda-beda di seluruh pelosok dunia.

Gurria mengatakan krisis utang pemerintahan yang belum berakhir di 17 negara Eropa terus merupakan ancaman signifikan bagi ekonomi dunia. Ia juga mengatakan perselisihan mengenai anggaran pemerintah dan kebijakan pajak di Amerika bisa menjadi ancaman bagi ekonomi global jika tidak diselesaikan.

Presiden Amerika Barack Obama dan sejumlah pemimpin penting Kongres kini hendak menyelesaikan kebuntuan sejak lama mengenai isu-isu keuangan penting sebelum akhir tahun.

Sementara itu, Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev mengatakan negaranya berkeyakinan perekonomian zona Euro akan membaik meskipun keprihatinan terus ada mengenai beberapa anggota yang dililit utang.

Medvedev hari Selasa mengatakan bahwa Rusia tidak bermaksud untuk
Mengalihkan cadangan valuta asingnya yang didominasi euro ke dalam mata uang lainnya. Ia berkata demikian kepada para wartawan di Paris setelah bertemu dengan perdana menteri Perancis Jean-Marc Ayrault.

Komentar perdana menteri Rusia itu dikemukakan sehari setelah para menteri luar negeri zona Euro dan IMF sepakat untuk mengurangi utang Yunani yang sangat besar. Hampir gagalnya Yunani membayar miliaran dolar utangnya merupakan resiko langsung gagal bayar utang terbesar di suatu negara dalam blok dengan 17 anggota itu.
XS
SM
MD
LG