Tautan-tautan Akses

Obama Tangguhkan Penarikan Militer AS dari Afghanistan


Presiden AS Barack Obama, didampingi Wapres Joe Biden (kanan) dan Menhan Ash Carter mengumumkan penundaan penarikan pasukan dari Afghanistan, Kamis (15/10).

Presiden AS Barack Obama, didampingi Wapres Joe Biden (kanan) dan Menhan Ash Carter mengumumkan penundaan penarikan pasukan dari Afghanistan, Kamis (15/10).

Presiden Obama hari Kamis (15/10) mengumumkan penundaan penarikan pasukan Amerika dari Afghanistan, yang sedianya dijadwalkan akhir tahun depan.

Presiden Amerika Barack Obama menyatakan ia akan menangguhkan penarikan pasukan militer Amerika dari Afghanistan, yang rencananya dijadwalkan berlangsung tahun depan, karena kelompok militan Taliban mencapai kemajuan di sana yang tidak diantisipasi oleh Amerika.

Berbicara di Gedung Putih hari Kamis (15/10), Obama mengatakan ia akan mempertahankan jumlah tentara di negara yang dicabik-cabik perang itu 9.800 orang seperti sekarang ini hampir sepanjang tahun 2016, sebelum menguranginya menjadi 5.500 tentara sewaktu ia mengakhiri masa jabatannya pada Januari 2017.

Presiden Obama mengatakan misi Amerika di Afghanistan akan dilanjutkan pada dua bidang: melatih pasukan Afghanistan dan melancarkan operasi kontrateroris. Ia mengatakan militer Afghanistan masih belum sekuat yang diperlukan, dan bahwa Taliban telah membuat kemajuan di daerah-daerah pedesaan dan dapat melancarkan serangan maut di kota-kota.

Obama tahun lalu berjanji akan menarik seluruh pasukan Amerika dari Afghanistan pada akhir 2016, kecuali satu kontingen kecil beranggotakan 1.000 tentara yang berbasis di Kedutaan Besar Amerika di Kabul. Ia mengatakan sudah waktunya bagi Amerika untuk membuka babak baru dalam perang yang diluncurkan pada tahun 2001 untuk menanggapi serangan teroris terhadap Amerika.

Sementara itu, Taliban Afghanistan menekankan bahwa “pendudukan” Afghanistan yang dipimpin Amerika harus diakhiri “dalam semua bentuknya, sebuah pemerintahan Islam harus didirikan” dan tidak boleh ada campur tangan asing dalam urusan internal Afghanistan.

Taliban mengritik rencana Amerika dan sekutu-sekutunya dari NATO yang dikabarkan akan memperpanjang keberadaan misi militer mereka di Afghanistan setelah tahun 2016. [uh]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG